Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Atraksi Pagar Nusa Warnai Apel Hari Santri Nasional

Santri Modern Harus Mandiri

23 Oktober 2019, 18: 23: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

pagar nusa hari santri

TANGGUH: Anggota perguruan silat Pagar Nusa memeragakan aktraksi memanjat anak tangga dari mata golok. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Banyak pesan yang diharapkan tersampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) kemarin (22/10). Terutama pesan utama bahwa santri harus semakin tangguh dalam menghadapi globalisasi seperti saat ini.

Santri diharapkan berkiprah dalam mendorong perkembangan bangsa. Tak hanya dari sektor pendidikan, juga dalam hal kemandirian berwirausaha. Hal itulah yang menjadi tolok ukur kemajuan pondok pesantren di era modern saat ini.

“Semoga ini bisa membawa kemajuan bagi seluruh santri terutama di Kabupaten Kediri,” harap Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Muhamad Makmun, saat menghadiri peringatan HSN di Stadion Candabhirawa, Pare, kemarin.

hari santri bupati

TAJAM: Bupati Haryanti menyapa peserta apel Hari Santri Nasional di Stadion Candabhirawa kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Kemajuan itu, menurutnya, dari segala bidang. Baik bidang Pendidikan dan juga kemandirian ekonomi, hal itu menurutnya seperti visi misi PCNU Kebupaten Kediri. “Selain fokus bidang pendidikan, di sini santri juga didorong untuk bisa mengembangkan diri dengan jiwa kewirausahaan,” tambahnya.

Makmun berharap santri di Kabupaten Kediri bisa memiliki kemandirian. Kemudian mampu berkontribusi pada daerah serta negara. Santri diminta terus maju dan terus berusaha. Juga memiliki sifat tahan banting. Selain mengedepankan sopan santun. “Kita harus menyadari bahwa apa yang kita lakukan ini belum apa-apa dibandingkan apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menandaskan bahwa pemeluk Islam harus bersatu. Karena dengan persatuan itu maka akan membuat Kabupaten Kediri, khususnya, bisa lebih baik. “Jangan sampai kita terprovokasi hingga terpecah belah,” ingatnya.

Bupati Haryanti mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang telah dilakukan para santri di era modern saat ini. Menurutnya, banyak inovasi yang dikembangkan terutama di pondok pesantren.

Haryanti menyinggung salah satu ponpes yang ada di Kabupaten Kediri yang santrinya sudah bisa mandiri dengan berwirausaha. Haryanti menyebut ada salah satu ponpes yang membuat kolam patin. Dengan kolam tersebut, santri bisa budidaya ikan dan merawatnya hingga menghasilkan. “Kami apresiasi dengan memberikan satu kolam lagi supaya bisa mandiri dan ke depan tidak tergantung orang luar lagi,” urainya.

Haryanti sangat senang apabila ada pondok pesantren dan santri aktif seperti itu. Pemerintah kabupaten (pemkab) akan selalu mendorong untuk perkembangan lembaga tersebut.

Pada kegiatan apel yang dilaksanakan di Stadion Canda Bhirawa Pare tersebut, Haryanti menyempatkan diri untuk menghampiri peserta apel. Mereka sangat antusias berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut. Sesekali ada yang meminta berswafoto.

Tak hanya apel saja, di akhir acara, pelaksanaan apel yang juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri tersebut juga menyuguhkan atraksi dari anggota pencak silat Pagar Nusa. Mereka menunjukkan aksi yang memukau ribuan penonton yang hadir. Mlai dari memecah genting dengan kepala hingga memanjat anak tangga yang terbuat dari mata golok.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia