Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pentaskan Fragmen Jihad Santri

Momentum Pengingat Perjuangan Kemerdekaan RI

23 Oktober 2019, 10: 58: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

HSN

KOLOSAL: Para santri menampilan fragmen jihad dalam mempertahankan kemerdekaan di halaman GOR Bung Karno, kemarin pagi. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jihad yang dilakukan para santri dan warga pada Oktober 1945 silam, di Surabaya, direka ulang dalam peringatan Hari Santri di halaman GOR Bung Karno, kemarin pagi. Yakni, dengan mementaskan fragmen jihad santri yang diikuti oleh ratusan peserta.

Fragmen jihad menggambarkan perjuangan santri dan kiai setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Sejumlah pertempuran antara para santri dan warga Surabaya pun dipentaskan dengan apik.

Ketua Panitia Perayaan Hari Santri Nganjuk Zainal Arifin mengungkapkan, fragmen jihad santri kemarin memiliki arti mendalam. “Pertunjukan ini menceritakan kontribusi santri dan kiai,” ujarnya seusai upacara.

Pagelaran tersebut mengambil latar belakang Surabaya pada Oktober 1945. Saat itu, ada upaya dari para penjajah untuk menguasai kembali Indonesia. Mengetahui hal itu, para tokoh besar pun tidak tinggal diam. Seperti halnya KH Hasyim Asy’ari, Bung Karno, Bung Tomo, dan Gubernur Suryo.

Tak ketinggalan, para santri lintas daerah yang tergugah berjuang bersama para kiai dan tokoh nasionalis lainnya. “Kami ingin memberi pembelajaran dan pertukaran informasi di sini. Dengan begini, para santri menjadi tahu bagaimana perjuangan pendahulu kita,” tandas Zainal.

Cokro Budi Hariono, sutradara pagelaran tersebut menambahkan, laskar santri kala itu memang digerakkan kiai. Mereka meyakini bahwa membela tanah air tersebut sebagai bentuk jihad.

Berbagai adegan drama dan pertempuran disajikan dalam pertunjukan tersebut. Meskipun hanya menggunakan senjata seadanya, mereka bersemangat melawan penjajah. Puncaknya saat AWS Mallaby berhasil dikalahkan oleh para pejuang.

Pagelaran dimeriahkan sekitar 300 orang. Terdiri dari pelajar, seniman, serta anggota Kodim 0810 Nganjuk. “Kami menyiapkan pagelaran ini belum lama. Baru latihan intensif empat hari lalu,” ungkap pria brewok itu.

Sementara itu, tak lama setelah pagelaran tersebut selesai, upacara pun dimulai. Dandim 0810 Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo didapuk menjadi pemimpin upacara. Dalam sambutannya, ia mengingatkan peran santri dalam menjaga keberagaman di Indonesia.

“Santri yang moderat penting untuk menghadapi masyarakat dari berbagai kultur. Santri Indonesia untuk perdamaian dunia,” tegasnya mantap dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Marhaen Djumadi, Kapolres AKBP Handono Subiakto, Kajari Ardiansyah, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk Sugiyo Mulyoto, dan pejabat lainnya tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia