Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Duo Residivis Pencuri Didor

Eksekutor Spesialis Rumah Kosong

23 Oktober 2019, 10: 51: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Duo

PESAKITAN: Kapolres Nganjuk AKBP Handono (kiri) dan Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas (kanan) menginterogasi para tersangka pencurian, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sepak terjang Pipit Cupes, 41, dan Yono Benjol, 37, harus berakhir di tangan Satreskrim Polres Nganjuk. Kedua pria asal Desa Wonokoyo, Beji, Pasuruan yang merupakan residivis pencuri spesialis rumah kosong itu dihadiahi timah panas setelah kedapatan beraksi di Prambon.

Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto menuturkan, Pipit dan Yono merupakan pencuri spesialis rumah kosong. Mereka telah dua kali ini berurusan dengan pihak berwajib. “Keduanya kami tangkap karena kedapatan mencuri di wilayah Prambon,” ujarnya saat pers rilis di halaman depan Polres Nganjuk, kemarin siang.

Adalah Muhrofi, 42, warga Desa Singkalanyar, Prambon, yang menjadi korban pencurian. Pipit dan Yono melancarkan aksinya pada Rabu (10/7) lalu sekitar pukul 17.30.

Mengendarai motor Honda Revo, keduanya memilih korban secara acak. Muhrofi jadi pilihan karena rumah dalam kondisi kosong saat ditinggal ke masjid. Mereka masuk dengan memanjat pagar dan mencongkel jendela rumah korban. “Sekitar 30 menit waktu yang mereka butuhkan untuk menggondol barang incaran,” beber Handono.

Beberapa gawai milik Muhrofi pun raib. Antara lain sebuah laptop Toshiba, ponsel merk Samsung A5, dan merk Asus. Tak hanya itu, mereka juga menggasak uang tunai milik korban sebesar Rp 30 juta.

“Mereka kami kenakan pasal 363 KUHP terkait pencurian,” imbuh polisi dengan dua melati di pundak tersebut.

Tertangkapnya Pipit merupakan pengembangan dari beberapa penadah. Antara lain Sodikin, 25; Sunandar, 43; dan Abdul Wahid, 56. Dari pengembangan tersebut, Satreskrim Polres Nganjuk berhasil melacak keberadaan Pipit. Ia pun ditangkap petugas di Lowokwaru, Kota Malang pada Selasa (8/10) pukul 10.00.

Selanjutnya, Yono ditangkap di depan pintu keluar terminal bus Mojokerto sekitar pukul 16.45. “Keduanya terpaksa ditembak karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri,” klaim Handono.

Lebih lanjut, Handono menyayangkan bahwa keduanya belum juga kapok meski sudah pernah ditahan atas kasus serupa. “Yang satu pernah dihukum selama 1,5 tahun di Pasuruan. Satunya lagi pernah dihukum selama tiga tahun di Trenggalek,” papar polisi yang pernah menjadi penyidik KPK tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia