Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Pilkades Serentak di Kediri: Polisi Bikin Satgas Antibotoh

22 Oktober 2019, 18: 25: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkades Serentak Kediri

Pilkades Serentak Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Potensi munculnya judi dan money politics dalam pilkades kian diantisipasi penegak hukum.  Polisi pun sudah mempersiapkan diri menghadapi hal tersebut. Di antaranya dengan membentuk satgas antibotoh  (antijudi) serta menggelar deklarasi damai.

Soal tim antibotoh itu disebutkan langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton. “Untuk tim khusus kita telah bentuk tim satgas antibotoh. Kita buat dan kita deklarasikan. Kita berharap nanti di wilayah Kediri jangan sampai ada,” tegas Kapolres Roni.

Satgas antibotoh berisi personel gabungan. Baik dari Polri maupun TNI. Namun leading sektornya tetap dari Polres Kediri. “Nanti kami juga minta back up dari polda selama pengamanan pilkades tanggal 30 besok,” imbuhnya.

Tak hanya satgas antibotoh saja yang dipersiapkan polisi. Mereka juga akan menggelar deklarasi damai. Rencananya deklarasi damai itu diikuti seluruh pimpinan daerah dan pihak calon kades (cakades). Akan berlangsung di lapangan belakang kantor Pemkab Kediri. Para cakades akan membaca deklarasi damai dan penandatanganan aksi damai pilkades.

Terkati situasi jelang pilkades ini, perwira polisi berpangkat melati dua ini mengimbau para cakades saling menjaga aturan dan tata tertib. Mematuhi semua aturan yang sudah ada. Serta menghindari konflik antarpendukung. Terutama saat masa kampanye yang berlangsung hingga 24 Oktober nanti. Yang terpenting, cakades harus siap menang dan siap kalah. “Semua kegiatan harus tertib, damai dan santun. Hindari kambing hitam, ujaran kebencian yang berujung SARA,” pinta mantan Kasatreskoba Polrestabes Surabaya tersebut.

Soal pengamanan, Kapolres Roni menyebut, dalam pelaksanaan pilkades 30 Oktober nanti pihaknya akan melakukan secara maksimal. Termasuk juga meminta bantuan TNI.  Ia menyebut total ada 1.200 personel dari kepolisian yang disiapkan.

Roni menegaskan, seluruh daerah bisa dianggap sebagai titik rawan. Karena itu pihaknya bisa memaksimalkan pengamanan di seluruh desa tanpa terkecuali. Ia selalu menegaskan bahwa di satu daerah tidak dianggap aman. Sehingga apabila ada kejadian yang tidak diinginkan bisa diantisipasi dengan baik.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto berpesan agar pilkades serentak jangan sampai menjadi sarana perpecahan di masyarakat. Ia mengimbau agar semua calon maupun pendukungnya harus memberikan contoh kedewasaan berpolitik di Kabupaten Kediri ini.

“Harapannya agar tidak terjadi polemik saat proses pemilihan nanti,” kata Dodi.

Dodi berharap pilkades tak sampai memutus tali silaturahmi masyarakat. Terutama bagi cakades dan pendukung. “Dan kepada panitia serta perangkat desa, harus bersikap profesional, netral, dan bijak dalam menjalankan amanah perundang-undangan.” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia