Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Events

Germas Award 2019: Ada Zumba dan Kampanye Antiplastik

22 Oktober 2019, 18: 03: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

germas award 2019

BERSIH: Juri Germas Award 2019 melihat taman kecil yang disediakan hotel untuk RTH. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kepedulian perusahaan swasta terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sangat tinggi. Tidak hanya menyasar staf dan karyawan saja, tapi juga masyarakat sekitar dan customer. Semua dilibatkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan.

Di Hotel Viva Kediri, mereka menggelar senam bersama sebulan sekali. Yang dipilih adalah zumba dan aerobik. “Yang menginap (tamu hotel, Red) kami ajak untuk senam bareng,” terang Senior Sales and Marketing Novyan Andre kepada juri Germas Award 2019 kemarin.

Hotel di Jalan Letjen Suparman ini juga membiasakan staf untuk beraktivitas fisik. Meskipun ada lift, karyawan diwajibkan naik dan turun melewati tangga.

Soal asupan gizi bagi karyawan juga menjadi kepedulian manajemen. Dalam sehari para karyawan mendapat jatah makan satukali. Dengan menu empat sehat lima sempurna. “Kami juga menyediakan buah-buahan. Ada melon dan semangka yang dipotong kecil-kecil,” terang pria asal Kras, Kabupaten Kediri ini.

Enam bulan sekali Hotel Viva menggelar check kesehatan bagi karyawan. Termasuk wajib mengikuti tes HIV. Lucunya, dari 35 pegawai ada yang tak mau melakukan. Penyebabnya, bukan takut ketahuan positif, tapi takut jarum suntik. “Yang penting yakin tetap sehat,” kata Andre.

Yang patut diapresiasi, hotel ini juga melibatkan warga sekitar dalam tes kesehatan. Seperti menggelar tes untuk kanker serviks. Hal itu dilakukan sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR).

Pihak hotel juga menyediakan smoking area. Tempatnya di belakang. Pasalnya, dari puluhan karyawan, lebih dari 50 persen adalah laki-laki. Sebagian dari mereka merupakan perokok.

Di Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, mereka fokus pada kebersihan lingkungan. Ketua Tim Peduli Lingkungan Uniska Hendro Puji Astoko mengatakan, Uniska sudah mendeklarasikan sebagai kampus peduli lingkungan tahun ini.

Bentuk programnya, pihak kampus membatasi penggunaan bahan berbahan plastik. Karena itulah, kata Hendro, kampus sudah melarang civitas akademika meliputi dosen, staf, karyawan dan mahasiswa membawa botol mineral plastik. “Semua bawa tumbler,” ujarnya. Di ruangan disediakan galon air. Tumbler kosong bisa diisi dari galon yang tersedia.

Kampanye pembatasan sampah plastik tidak hanya disuarakan di dalam kampus. Hedro menambahkan, pihaknya mengampanyaken kepada masyarakat di sekitar kampus. Terutama warga Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota. “Karena kampus kami ada di Manisrenggo,” ucapnya.

Untuk aktivitas fisik, mereka menggelar senam bersama setiap Jumat. Di kampus  juga tersedian sejumlah sarana olahraga. Salah satunya adalah lapangan basket. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan rutin, Hendro mengakuinya belum ada. Tapi, kampus yang berlokasi di Jalan Sersan Suharmaji ini memiliki klinik kesehatan. Mereka juga menyediakan tempat konsultasi masalah psikologis.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia