Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tak Bisa Temukan Lsd

Alamat Tak Jelas, Ponsel Tidak Aktif

22 Oktober 2019, 10: 46: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

Brambang

KOMODITAS ANDALAN: Kuli angkut di pasar Sukomoro mengangkat bawang merah yang sudah dibeli pedagang. Meski ada puluhan orang yang merugi akibat dugaan penipuan, transaksi di sana tetap berjalan normal. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

SUKOMORO, JP Radar Nganjuk-Mengalami kerugian total miliaran rupiah, puluhan pedagang pasar Sukomoro tak diam. Mereka berusaha melacak keberadaan Lsd. Sayangnya, upaya untuk menemukan pria yang diduga menipu pedagang dengan tak membayar bawang merah itu, tak membuahkan hasil.

Sumarni, 52, salah satu pedagang di sana mengungkapkan, nomor ponsel yang biasa digunakan Lsd tidak bisa lagi dihubungi. “Tidak aktif nomornya. Orang-orang yang punya nomornya juga tidak bisa menghubungi,” ujarnya dengan nada gemas.

Tak hanya itu, beberapa pedagang juga telah mencari Lsd. Yakni, dengan mendatangi tempat tinggalnya. Namun, pria kelahiran 1986 itu tidak ada di rumahnya.

Marni mengungkapkan, informasi keberadaan atau domisili Lsd memang cukup rancu. “Dia (Lsd, Red) aslinya Tuban. Mertuanya di Ponorogo. Rumahnya dia sendiri katanya di Ngawi,” beber perempuan yang juga dirugikan Lsd tersebut.

Untuk diketahui, Lsd bukanlah pemain baru di pasar Sukomoro.Menurut  Tantowi Jauhari, 50, salah satu pedagang di sana, Lsd pernah bertransaksi di pasar Sukomoro. Dari sana, para pedagang mulai mengenal Lsd.

Perkenalan itu membuat pedagang bawang merah lainnya percaya. Hingga mereka mau bertransaksi dengan Lsd. Termasuk saat pembayarannya mulai tersendat. Hingga, Lsd tak lagi menampakkan hidungnya di pasar.

Tantowi menjelaskan, tiap hari Lsd memborong bawang merah di pasar Sukomoro. Pengambilan barang selalu dalam jumlah besar. Antara 30-40 ton. “Setiap hari, selama tiga bulan terakhir,” terang Tantowi sembari menyebut Lsd mengangkut empat hingga lima truk bawang merah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, awalnya Lsd membayar dagangan bawang merah secara tunai. Setelah berjalan sekitar sebulan dan pedagang mulai percaya, dia mulai menunda pembayaran.

Jika awalnya ditunda sehari, belakangan Lsd menunda pembayaran hingga seminggu. Setelah itu, pria yang tempat tinggalnya tak jelas tersebut tidak lagi menunjukkan dirinya di pasar.

Akibat perbuatannya, sekitar 40 pedagang bawang merah di pasar Sukomoro dirugikan. Mulai Rp 10 juta hingga sekitar Rp 400 juta untuk satu pedagang. Total kerugian akibat ulah Lsd ini diperkirakan mencapai Rp 3 miliar.

Terpisah, Kapolsek Sukomoro AKP Gendut Wisoko mengungkapkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. “Kami melakukannya sebagai komponen kelengkapan dalam rangka membuat perkara terang,” pungkas perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini sembari menyebut anggotanya tengah mengumpulkan data dan keterangan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia