Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pangkas Belanja Rp 39,17 Miliar

Dialihkan untuk Program Lainnya

22 Oktober 2019, 09: 53: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Peg

ABDI NEGARA: Ratusan aparatur sipil negara mengikuti rapat di pendapa Pemkab Nganjuk. Tahun ini, pemkab memangkas belanja pegawai senilai puluhan miliar. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemkab Nganjuk memangkas belanja pegawai senilai puluhan miliar, di perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Pemangkasan terbanyak dilakukan pada gaji pokok dan uang representasi. Pengurangan belanja tidak langsung itu, salah satunya dilakukan untuk mencegah membengkaknya sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, total belanja pegawai yang dipangkas mencapai Rp 39,17 miliar. Masing-masing berasal dari pemangkasan gaji pokok atau uang representasi sebesar Rp 21,53 miliar, serta gaji dan tunjangan pegawai senilai Rp 9,69 miliar.

Ada pula pemangkasan tunjangan beras Rp 2,84 miliar, tunjangan fungsional Rp 1,78 miliar, tunjangan PPh Rp 1,94 miliar. Kemudian, pengurangan tunjangan fungsional umum Rp 531,5 juta, tunjangan keluarga berkurang Rp 449,01 juta, dan iuran asuransi kesehatan yang menyusut Rp 395,3 juta.   

Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Agoes Soebagijo yang dikonfirmasi tentang pemangkasan anggaran belanja pegawai tersebut, membenarkannya. “Iya memang dikurangi puluhan miliar,” ujarnya sembari menyebut pemotongan senilai puluhan miliar itu tidak mempengaruhi hak pegawai di Pemkab Nganjuk.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kartimah menambahkan, pemangkasan anggaran belanja pegawai dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan. “Belanja pegawai disesuaikan karena ada (pegawai, Red) yang pensiun dan pindah,” ungkap perempuan berjilbab itu.

Dengan banyaknya pegawai yang pensiun itu, BPKAD harus menyesuaikan anggaran di PAK Agustus lalu. Dengan demikian, dana hasil penyesuaian bisa digunakan untuk program lainnya.

Apakah anggaran dialihkan untuk infrastruktur? Ditanya demikian, Kartimah tidak memerincinya. “Yang jelas (penggunaan anggaran yang dipangkas, Red) merata sesuai pemanfaatnnya,” terangnya.

Lebih jauh Kartimah mengungkapkan, selain digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan atau bangunan, dana puluhan miliar itu juga bisa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Bisa juga untuk program kemandirian ekonomi,” tandasnya.

Pangkas Belanja Pegawai:

Item                                                   Jumlah Pemotongan

-Gaji pokok/uang representasi          Rp 21,53 miliar

-Gaji dan tunjangan pegawai            Rp 9,69 miliar

-Tunjangan beras                              Rp 2,84 miliar

-Tunjangan fungsional                      Rp 1,78 miliar

-Tunjangan PPh                                Rp 1,94 miliar

-Tunjangan fungsional umum           Rp 531,5 juta

-Tunjangan keluarga                         Rp 449,01 juta

-Iuran asuransi kesehatan                           Rp 395,3 juta

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia