Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pilkades di Kediri: Besok Kampanye, Warga Diminta Tak Gampang Terhasut

20 Oktober 2019, 15: 12: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkades Serentak Kediri

Pilkades Serentak Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Profesionalitas panitia pemilihan kepala desa (pilkades) menjadi faktor penting dalam suksesnya kegiatan tersebut. Panitia yang profesional bakal menghindarkan adanya gesekan selama proses pilkades serta munculnya konflik setelah pelaksanaan. Sebab, pesta demokrasi di tingkat desa tersebut sangat rentan terjadinya gesekan antar-pendukung kandidat.

“Panitia (pilkades) harus bisa bersikap profesional,” ingat Wakil Bupati (Wabup) Kediri Masykuri.

Masykuri perlu mengimbau hal itu karena beberapa alasan. Terutama munculnya  konflik. Baik itu perselisihan antar tim sukses ataupun dengan panitia penyelenggaran.

Memang, Masykuri mengakui, selama ini masih jarang muncul perselisihan kandidat dengan panitia penyelenggara. Namun, itu bukan menjadikan potensi konflik bisa disepelekan. Sebaliknya, semua pihak yang terkait dengan pilkades harus mengusung kewaspadaan tinggi. Karena itulah Wabup mengimbau panitia pilkades bisa bekerja dengan bijak selama penyelenggaraan pilkades serentak tahun ini.

Wakil bupati selama dua periode ini juga mengingatkan, suksesnya penyelenggaraan pilkades salah satunya ditentukan oleh panitia penyelenggara. Baik itu tingkat desa maupun kabupaten. Karena itu pelayanan prima selama pelaksanaan pesta demokrasi ini harus dilakukan.

“Harus memberikan pelayanan yang baik dengan bertugas sesuai kapasitas masing-masing,” ingatnya.

Kapasitas tugas yang dimaksud itu tak lepas dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) panitia. Masykuri menyebut, peran masing-masing petugas akan selalu dipantau dan dinilai oleh masyarakat. Sehingga, dalam eksekusinya, mereka harus benar-benar netral. Tidak memihak salah satu kandidat.

“Termasuk kepada mereka yang bertugas menjaga jalannya pemungutan suara. Harus bisa profesional,” tegasnya.

Masykuri menegaskan, pemilihan kepala desa merupakan pertarungan antartetangga. Karena setiap kandidat pasti saling mengenal satu sama lain. Karena itu, panitia yang berdomisili sesuai dengan calon kandidat harus bijak menyikapi. Jangan sampai ada kesalahan kecil yang justru menimbulkan konflik besar.

“Tetap jaga silaturahmi, jangan sampai karena pilkades selanjutnya mereka terpecah-belah,” ingatnya.

Termasuk dalam masa kampanye yang dijadwalkan bakal dilaksanakan mulai besok hingga tiga hari ke depan. Ia berpesan, jangan sampai masyarakat saat kampanye terhasut. Jangan sampai terprovokasi oleh pihak yang tak bertanggung jawab yang memang ingin memperkeruh suasana.

Disinggung tingkat kerawanan pelaksanaan pilkades serentak yang akan dilaksanakan di 250 desa nanti, Masykuri optimistis pelaksanaan tetap berjalan aman. Apalagi digelar serentak jadi bisa lebih aman.

“Justru karena bersama-sama inilah, warga hanya fokus dengan desa masing-masing. Dan saya yakin akan lebih aman,” harapnya.

Termasuk pengamanan dari masing-masing wilayah yang telah ditetapkan personel gabungan dari kepolisian. Dia berharap pilkades 2019 ini bisa lebih baik dan bebas dari perpecahan. Terakhir, Masykuri mengingatkan, warga untuk bisa memilih pemimpin yang bijak. Jangan hanya karena iming-iming saat kampanye bisa mempengaruhi profesionalitas dalam memilih.

“Masyarakat sudah bisa berpikir cerdas dalam menentukan pilihan. Hajat ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk memilih pemimpin yang bisa menjadikan desa lebih baik lagi,” pungkasnya.

Tugas Berat Panitia  Pilkades


- Merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, mengawasi, dan mengendalikan semua tahapan pelaksanaan pemilihan.
-Merencanakan dan mengajukan biaya pemilihan kepada bupati melalui camat.

- Melakukan pendaftaran dan penetapan pemilih.
- Mengadakan penjaringan dan penyaringan bakal calon.
- Menetapkan calon yang telah memenuhi persyaratan.
- Menetapkan tata cara pelaksanaan pemilihan.
- Menetapkan tata cara pelaksanaan kampanye.
- Memfasilitasi penyediaan peralatan, perlengkapan dan tempat pemungutan suara;
- Melaksanakan pemungutan suara.
- Menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan mengumumkan hasil pemilihan.
- Menetapkan calon Kepala Desa terpilih.
- Melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemilihan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia