Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Harga Telur Naik, Permintaan Stabil

20 Oktober 2019, 14: 33: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

telur ayam

NAIK LAGI: Wiwit melayani pembeli telur yang datang ke lapaknya, di Pasar Setonobetek kemarin. Harga telur mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Harga telur ayam mengalami pergerakan lagi. Komoditas tersebut terkerek naik sejak Sabtu (19/10), kemarin. Meskipun besarnya kenaikan tak terlalu tinggi. Bila beberapa hari sebelumnya masih di kisaran Rp 18 ribu, mulai kemarin sudah ada yang menjual hingga Rp 21 ribu per kilogramnya.

Sri Widiarti, pedagang telur ayam di pasar tradisional Setonobetek mengakui soal kenaikan harga tersebut. Meskipun, wanita berusia 42 tahun itu, juga menyebut kenaikan harga tak mempengaruhi keinginan konsumen. Menurutnya permintaan telur  masih stabil.

“Ya memang cenderung berkurang yang beli, Mas. Tapi sedikit,” terangnya.

Sri menjelaskan, penurunan permintaan telur di pasar tak terlalu banyak. Konsumen dari kalangan rumah tangga maupun penjual makanan juga tetap mendatangi lapaknya.

Pasokan dari kandang juga tak terpengaruh. Jumlahnya tetap seperti sebelum ada kenaikan harga.

Kenaikan harga telur ayam tersebut, lanjut Wiwit, sudah terjadi sejak dari kandang. Dia tidak tahu persis apa penyebab kenaikan harga tersebut. Yang pasti, juga bukan karena faktor cuaca.

“Saya rasa tidak ada hubungannya dengan cuaca. Memang waktunya naik dan turun tetap dari kandang,” dalihnya.

Sementara itu, di Pasar Banjaran, kondisinya juga serupa. Para pedagang juga menegaskan bahwa harga telur mulai terkerek naik. Dan itu sudah berlangsung dalam beberapa hari.

“(Kenaikan harga telur) sudah sekitar dua tiga harian ini Mas,” aku Nur, 42, pedagang di Pasar Banjaran.

Sama seperti Sri, Nur mengakui permintaan konsumen terhadap telur ayam di kiosnya masih stabil. Bahkan, telur masih termasuk dagangan yang paling diminati di lapaknya. Setidaknya bila dibandingkan dengan barang jualannya yang lain.

Nur menerangkan, kebanyakan konsumen yang membeli di tokonya adalah pemilik warung makan di Kediri. “Pembeli tetap ada, pembeli baru juga stabil, tidak sepi,” jelasnya.

Pedagang ini menekankan bahwa telur adalah salah satu bahan pokok yang masih banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu, naik-turunnya harga telur tidak akan berefek besar pada permintaan konsumen.

Sementara itu, dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) belum bisa memberi keterangan terkait mulai naiknya harga telur di pasaran. Kepala Disperindag Yetty Sisworini mengatakan, mereka baru akan melakukan peninjauan harga pasar dua hari ke depan.

“Kami sudah siapkan sidak (inspeksi mendadak) harga di beberapa pasar,” terang Yetty saat dikonfirmasi tadi malam.

Dalam sidak tersebut, tim disperindag juga tak hanya memantau harga telur saja. Beberapa komoditas yang rentan naik menjelang akhir tahun seperti ini akan menjadi perhatian khusus.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia