Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dishub Kediri Berencana Tambah Bus Sekolah, Ini Rutenya

19 Oktober 2019, 14: 52: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

bus sekolah gratis

PULANG: Siswa sekolah menumpang bus usai mengikuti pelajaran. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri berencana menambah jumlah armada bus sekolah. Targetnya, untuk menambah daya angkut, mereka membutuhkan total 10 bus. Meskipun sebenarnya jumlah tersebut belum sebanding dengan jumlah siswa di Kota Tahu yang harus dilayani.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kota Kediri Bambang Tri mengatakan, enam bulan lalu pihaknya sudah mengajukan bantuan tambahan armada bus ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Jumlahnya dua armada. Hanya, permintaan itu belum terealisasi.

“Sampai sekarang belum ada jawaban,” kata Bambang mewakili Kepala Dishub Ferry Djatmiko.

Dengan rencana usulan penambahan tersebut, kata Bambang, jumlah armada menjadi 5 unit. Sebelumnya, pada 2016 silam, Dishub Kota sudah memiliki tiga unit kendaraan bantuan kemenhub. “Dulu warnanya biru. Sekarang kalau misalnya dapat armada lagi, warnanya kuning,” terangnya.

Dia mengakui sebenarnya jumlah tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan transportasi gratis di Kota Kediri. Satu armada memiliki kapasitas 27 tempat duduk. Sedangkan yang berdiri sekitar 10 orang. “Kalau penuh, bisa sampai menampung 60 siswa,” ujar Bambang.

Dengan kapasitas tersebut, tiga armada bisa mengangkut sekitar 180 siswa setiap berangkat. Namun, dari perhitungan dishub, sekali berangkat, siswa yang terangkut mencapai 360 anak. “Dengan mereka pulang, berarti sampai 720 (siswa),” ungkapnya.

Kemampuan itu, bila dibanding dengan jumlah siswa di Kota Kediri, persentasenya masih terlalu kecil. Diperkirakan, jumlah pelajar, baik SD, SMP maupun SMA/SMK, telah lebih dari 15 ribu anak. Karena itulah, tidak semua siswa bisa dilayani dengan bus sekolah. Sebagian dari mereka memanfaatkan angkutan yang disubsidi dari pemkot. Lalu ada yang diantarkan orang tua, jalan kaki, naik sepeda ontel, atau mengendarai sepeda motor.

Bambang mengatakan, idealnya Kota Kediri bisa memiliki sampai 10 armada bus. Meskipun jumlah tersebut belum mampu memenuhi daya angkut. “Jadi di masing-masing rute (trayek) ada tiga bus sekolah,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini tiga armada melayani tiga trayek. Rute pertama dari Terminal Tamanan ke Jalan Merbabu, Kelurahan Mrican. Trayek tersebut di antaranya melewati Jalan Semeru, Jalan Penanggungan, Jalan Kawi, Jalan A. Dahlan, dan Jalan Gatot Subroto.

Kemudian rute dua dengan trayek  Terminal Tamanan-Blabak. Ruas jalan yang dilalui antara lain adalah Jalan Saharjo, Jalan Veteran, Jalan Supersemar, Jalan Kemerdekaan, dan Alun-Alun.

Sedangkan yang ketiga adalah rute Pasar Bawang-Jalan S. Suharmaji. Di antaranya melewati Jalan Semeru, Jalan Agus Salim, Jalan Kalisuci, Jalan Panjaitan, Jalan Brigjen Pol Imam Bachri, Jalan Kapten Tendean, dan Jalan Brigjen Katamso.

Bambang mengatakan, pihaknya bisa menambah rute untuk armada baru nanti. Salah satunya melewati Jalan Veteran, Jalan Diponegoro, dan Jalan PK Bangsa. “Sekarang jalur tersebut tidak dilewati. Karena siswa sebagian menggunakan sepeda,” pungkasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia