Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

BBKP Surabaya Bakar Puluhan Kilogram Benih Ilegal di Kediri

19 Oktober 2019, 14: 38: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

bakar benih ilegal

BENIH BERMASALAH: Kepala BBKP Musyaffak menunjukkan benih yang tak dilengkapi dokumen persyaratan. Benih itu akhirnya dimusnahkan dengan cara dibakar, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya menggagalkan pengiriman benih tanpa dokumen di Kediri dan sekitarnya. Kemarin, puluhan kilogram media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) itu dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan berlangsung di Kantor Pos Besar Kediri.

Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi mengatakan, total ada 59 paket benih yang dimusnahkan. Beratnya mencapai 67,9 kg. Jenis benih tersebut beraneka macam. Antara lain berupa benih untuk tanaman hias, tanaman perkebunan, sayuran dan buah, umbi ginseng, bawang putih, lada, jamur, dan kurma.

“Hari ini (kemarin, Red) kami musnahkan semua,” kata Musyaffak kemarin.

bbkp surabaya

ILEGAL: Benih dimusnahkan dengan cara dibakar. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Musyaffak menegaskan, pemusnahan benih tersebut bukan tanpa pertimbangan. Selama periode Juni-September 2019, pihaknya mendapati pengiriman benih dari luar tanpa dilengkapi dokumen. ”Ada dua dokumen persyaratan yang tidak dilengkapi,” ungkapnya.

Yang pertama, pengirim tidak melengkapi persyaratan karantina. Yakni phytosanitary sertificate (PC). Padahal, sertifikat tersebut menunjukkan kesehatan benih yang dibawa. Kedua, barang tidak dilengkapi surat izin pemasukan dari menteri pertanian (mentan). Karena tidak ada dua syarat itu benih tersebut dianggap masuk secara ilegal.

Meskipun demikian, Musyaffak menjelaskan, pihak BBKP telah memberi kesempatan bagi pemilik untuk melengkapi syarat yang belum ada. Karena itu, mereka melakukan penahanan pada bibit ilegal tersebut selama 14 hari. Waktu yang ada itu diharapkan bisa dimanfaatkan oleh si pemilik benih.

Sayangnya, sampai batas akhir  karantina, pemilik benih tersebut tetap tak melengkapi kekurangan dokumennya. Akhirnya BBKP pun melakukan penolakan barang.

Bila berstatus kena penolakan barang, paket benih tersebut harus dikembalikan ke negara asal. Namun, kebanyakan benih-benih itu tak dikembalikan. “Setelah tidak dikembalikan, baru kami musnahkan,” paparnya.

Musyaffak menerangkan, penahanan puluhan paket benih tersebut bermula dari informasi pihak Bea Cukai. Informasi tersebut kemudian dilanjutkan ke Kantor Pos Besar Kediri. “Karena sebagian besar barang dikirim ke Kediri dan sekitarnya,” terangnya.

Selain tujuan akhir Kota dan Kabupaten Kediri, Musyaffak mengungkapkan, paket benih rencananya juga dikirim ke Jombang, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Sedangkan pengirimnya berasal dari 16 negara. Yakni, Rumania, Inggris, Thailand, Taiwan, India, Laos, Prancis, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Hongkong.

Lebih jauh Musyaffak mengatakan, penahanan dan pemusnahan benih ilegal memang wajib dilakukan. Pasalnya, jika telanjur diterima, bisa berpotensi menularkan penyakit ke tanaman lain.

“Itu yang harus kita cegah. Karena dulu pernah kejadian tanaman kentang di Wonosobo (Jawa Tengah),” ungkapnya.

Sesuai prosedur, kata Musyaffak, ada sejumlah tahap yang harus dilalui sebelum benih impor diterima konsumen. Setelah dokumen persyaratan lengkap, BBKP akan melakukan uji fisik dan laboratorium (lab). “Kalau itu dilalui, benih baru bisa diterima,” ucapnya.

Untuk diketahui, pemusnahan benih kemarin dimulai sekitar pukul 09.30. Selain BBKP, sejumlah instansi yang hadir di antaranya kantor Bea Cukai Kediri, Kantor Pos Kediri dan Dinas Pertanian (Dispertan) Kota/Kabupaten Kediri, dan Polresta Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia