Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pipa Pecah, Air PDAM Tak Lancar

Ratusan Rumah di Sukomoro Terdampak

19 Oktober 2019, 12: 30: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Air

DEBIT NORMAL: Petugas PDAM mengecek debit air di salah satu sumur di kantor PDAM Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Musim kemarau rupanya bukan satu-satunya alasan yang membuat aliran air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bermasalah. Penyebab lainnya banyaknya proyek pembangunan drainase yang membuat pipa milik perusahaan daerah itu pecah. Akibatnya, terjadi kebocoran air dimana-mana.

Direktur PDAM Nganjuk Tirto mengatakan, baru-baru ini pipa PDAM di Kecamatan Sawahan pecah. Akibatnya, aliran air di perumahan Loceret terganggu. “Pekerjaan proyek drainase ini terjadi di beberapa kecamatan. Selain di Sawahan juga ada di Bagor, Wilangan dan Berbek,” ujarnya.

Dikatakan Tirto, pipa PDAM pecah karena terkena benturan alat berat. Jika masalah pipa pecah di Loceret sudah teratasi, kondisi berbeda terjadi di sekitar Desa Ngrami, Sukomoro. Sedikitnya ada 218 rumah warga yang aliran airnya tidak lancar karena masalah pipa pecah.

Atas masalah tersebut, Tirto sudah menginstruksikan stafnya agar hari ini air sudah harus mengalir. “Untuk Sukomoro besok (hari ini, Red) harus sudah mengalir lancar,” lanjutnya.

Untuk diketahui, di musim kemarau seperti sekarang, permintaan air warga naik. Banyak warga yang sumurnya mengering dan beralih menggunakan PDAM. Jika sebelumnya air PDAM hanya dipakai untuk konsumsi, saat ini warga di daerah ketinggian juga menggunakannya untuk mencuci dan mandi.

Bagaimana dengan persediaan air PDAM di musim kemarau ini? Ditanya demikian, Tirto meyakinkan jumlahnya mencukupi. Pria berkacamata ini lantas mencontohkan produksi air yang mencapai 300 liter per detik. “Untuk perpompaan, 100 liter perdetik bisa digunakan 80 satuan rumah,” terangnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah permintaan warga, PDAM terus menambah debit sumur bor. “Pengeboran dilakukan di wilayah potensial. Kantor induk nanti ditambah, kami sudah disurvei,”urainya.

Dengan adanya tambahan peningkatan debit air, dia berharap air PDAM bisa mengalir ke 3.200 sambungan rumah. “Dibanding tahun lalu, kami targetkan naik sampai 31 persen,” tandasnya.

Meski menargetkan kenaikan jumlah pelanggan, sesuai survei menurut Tirto ada tiga kecamatan yang tidak akan dialiri air PDAM. Yaitu, mulai Kecamatan Ngronggot, Pace, dan Ngluyu. “Untuk Pace dan Ngronggot karena banyak sumber air. Khusus Ngluyu karena tidak kondusif,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia