Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
OBITUARI

Barnadi, Mbahe Macan Putih Tutup Usia

18 Oktober 2019, 18: 12: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

barnadi persik kediri

TUTUP USIA: Barnadi atau yang akrab disapa Mbah Bar. (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Insan sepak bola Kota Kediri berduka. Kemarin petang (17/10), Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kediri Barnadi tutup usia. Pria yang akrab disapa Mbah Bar itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Gambiran.

Kabar kepergian Barnadi menghadap Sang Khalik itu dibenarkan Ferry Budianto, anak keduanya. Dia mengatakan, ayahnya meninggal dunia sekitar pukul 17.30. Setelah disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, tadi malam, jenazah Mbah Bar akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Ngadisimo. “Kami makamkan besok pagi (hari ini, Red) jam 08.00,” terangnya.

Sebelum dirawat di rumah sakit (RS) milik Pemkot Kediri itu, Ferry mengungkapkan, ayahnya pernah menginap di RS Bhayangkara Kediri. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 77 tahun silam itu, kali pertama ngamar pada 10 September 2019.

Waktu itu, lanjut Ferry, ayahnya mengalami kecelakaan di dekat rumah. Sempat dirawat seminggu, Mbah Bar akhirnya diperbolehkan pulang pada 17 September. “Setelah itu, tanggal 22 (September) drop lagi. Kami bawa ke (RSUD) Gambiran,” ujar pria 42 tahun ini.

Mbah Bar yang juga pensiunan TNI tersebut kemudian menjalani rawat jalan mulai 30 September. Namun karena kondisinya drop lagi, keluarga kembali melarikannya ke RSUD Gambiran pada Jumat lalu (11/10). “Hari Sabtu (12/10), bapak sempat operasi,” ungkap bapak dua anak ini.

Sebagai anak, Ferry mengaku, sangat dekat dengan Mbah Bar. Karena itu, banyak kenangan yang tertinggal dari bapak tiga anak itu. Terutama tentang sepak bola.

“Bapak cinta sekali sepak bola. Yang saya ingat, waktu saya kelas satu SD, bapak pernah mengajar main bola ke (Stadion) Brawijaya,” terangnya.

‘Kegilaan’ Barnadi pada sepak bola juga diakui koleganya, Edy Hendro. Pria yang juga wakil ketua Askot PSSI Kediri ini mengakui, teman dekatnya tersebut sangat total dengan sepak bola. “Sepak bola adalah segalanya bagi beliau,” ungkapnya.

Menurut Edy, kejayaan Persik tidak lepas dari andil Barnadi. Pasalnya, saat skuad Macan Putih berhasil merengkuh dua kali kampiun Liga Indonesia, kakek lima cucu itu menjadi sekretaris umum (sekum) Persik. “Kota Kediri sangat berutang budi pada beliau. Prestasi Persik tidak lepas dari kiprahnya di sepak bola,” paparnya.

Karena itu, tidak heran apabila rumahnya di Jl Sentono tadi malam dipadati banyak pelayat. Selain jajaran pejabat pemkot, terlihat juga Wahyudi, mantan kiper Persik. Juga Faris Aditama, pemain sayap Persik di Liga 2 Indonesia.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia