Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Distribusikan Air dengan Mobil Pikap

Siasati Jalan Desa Ngepung yang Menyempit

18 Oktober 2019, 12: 53: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

Air

DARURAT: Petugas BPBD mengisi air puluhan jeriken di mobil pikap yang disiapkan di Desa Pinggir, Lengkong, kemarin. Sejak beberapa hari lalu truk tangki tidak bisa masuk ke Desa Ngepung karena jalan menyempit akibat proyek perbaikan jalan di sana. (BPBD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Penyempitan jalan di Desa Ngepung, Lengkong, akibat proyek perbaikan, disiasati oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Kemarin mereka melakukan dropping air bersih ke wilayah paling utara Nganjuk itu menggunakan mobil pikap.

Dengan kondisi jalan yang menyempit, truk tangi BPBD hanya bisa mengantar air bersih hingga ke Desa Pinggir, Lengkong. Dari desa di selatan Ngepung inilah, BPBD menyiagakan mobil pikap untuk mengantar air. “Ada empat mobil pikap yang digunakan untuk mengantar air (ke Ngepung, Red),” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Nganjuk Nugroho.

Seperti diberitakan, pascaproyek perbaikan jalan berlangsung di Ngepung, hanya separo ruas jalan saja yang bisa digunakan. Akibatnya, kendaraan roda empat yang bisa lewat hanyalah jenis pikap. Adapun truk dan kendaraan lain yang lebih besar tidak bisa lagi melintas.

Salah satu truk pengangkut pupuk yang nekat melintas pun terguling. Melihat insiden itu, truk tangki BPBD Nganjuk yang biasanya mengirim air tak berani lagi melewati jalan yang sempit dan berbahaya tersebut.

Sebagai gantinya, mereka menyiagakan mobil pikap yang diisi puluhan jeriken. Total ada ratusan jeriken dari empat unit pikap yang dioperasikan. Mobil-mobil itu kemarin mengisi air di Desa Pinggir untuk dibawa ke Ngepung. “Dua hari sekali mobil pikap ini mengirim air ke Ngepung,” lanjut Nugroho.

Lebih jauh Nugroho menuturkan, empat unit pikap itu akan terus mengirim air ke Ngepung sampai proyek perbaikan jalan desa di sana tuntas. “Kami terpaksa menggunakan segala upaya agar warga desa tidak kekerungan air bersih” tegas Nugroho.

Seperti diberitakan, proyek perbaikan jalan rusak di Ngepung dikebut September ini. Tujuannya, agar dropping air di awal musim hujan nanti tidak terganggu.

Pasalnya, berdasar pengalaman tahun lalu, jalan yang Desa Ngepung yang terjal dan berdebu saat musim kemarau, berubah menjadi lumpur saat terkena air hujan. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa lagi melewati akses satu-satunya menuju daerah yang jadi langganan kekeringan itu. Akibatnya, dropping air BPBD terpaksa dihentikan sebelum waktunya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia