Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Berangkat Sepakbola, Pemuda Tewas di Jalan

Ayah Mbak Dessy Tertabrak Bus Patas Eka

18 Oktober 2019, 12: 49: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Laka

ANGKUT BB: Unit Laka Satlantas Polres Nganjuk mengevakuasi sepeda motor yang terlibat kecelakaan di Kelurahan Jatirejo, Nganjuk, kemarin sore. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Nahas menimpa Supriyadi, 25. Pria asal Jl Mayjen Sungkono II, Kota Nganjuk itu tewas setelah tertabrak truk di depan kantor Kelurahan Jatirejo, Nganjuk, kemarin sore. 

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30. Saat itu, pria yang mengendarai motor Suzuki Skydrive itu hendak menyalip truk yang sama-sama melaju dari arah utara.

Jarak antara motor dan truk bernopol AG 8842 UV yang terlalu dekat, membuat motor Supriyadi menyenggol bodi kanan truk yang dikemudikan oleh Wito, 40, itu. Braaak! Motor langsung terjatuh setelah kehilangan kendali. “Korban terpental ke kanan,” ujar Sukarno, 50, salah satu saksi. 

Diduga kuat Supriyadi hendak bermain sepakbola di lapangan desa setempat. Pasalnya ditemukan sepasang sepatu sepakbola miliknya tak jauh dari lokasi kecelakaan. Sepeda motornya pun lantas diangkut petugas unit Laka Satlantas Polres Nganjuk untuk diamankan. Begitu pula dengan truk beserta Wito.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino menuturkan bahwa Supriyadi diduga menyenggol bak truk bagian belakang. “Diduga saat korban menyalip truk kurang ke kanan hingga akhirnya senggolan,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Sementara itu, kecelakaan juga menimpa Agus Widya, 64. Ayahanda Desy Natalia Widya, mantan Cabup Nganjuk itu meninggal pukul 00.30 dini hari kemarin. Ini setelah becak motor (bentor) yang ditumpanginya ditabrak bus Eka di depan pos polisi Barong, Tanjunganom. 

Gino menuturkan, saat kejadian becak yang ditumpangi Agus hendak menyeberang ke selatan. Selanjutnya, dari arah timur melaju bus Eka bernopol S 7366 US. Bus yang dikemudikan oleh Sartomo, 37, itu menabrak becak hingga ringsek.

Akibat benturan keras itu, Agus mengalami luka parah di kepala bagian belakang. Polisi langsung membawa Agus ke RSUD Nganjuk. Tetapi, dia dinyatakan telah meninggal di lokasi kejadian.

Adapun Sarmin, 60, sang pengemudi bentor, mengalami luka parah pada kaki kanannya. Ia pun turut dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan intensif.

Ditanya tentang penyebab kecelakaan yang menimpa Agus, Gino menuturkan, kecelakaan itu dipicu Sartomo yang kurang berhati-hati dalam melajukan kendaraannya. “Sopir bus lalai dan tidak memperhatikan pengguna jalan lainnya,” imbuh perwira dengan satu balok di pundak tersebut.

Terpisah, Ari Wan Yulendra, anak pertama Agus mengungkapkan, dini hari kemarin ayahnya baru pulang dari Pondok Gontor di Ngawi dengan menumpang bus.

 Agus pun turun di Pos Barong untuk berniat pulang ke rumahnya di Desa Banjaranyar, Tanjunganom. “Ada pertemuan dengan kiai-kiai. Beliau memang tidak minta dijemput orang rumah setelah turun dari bus,” tutur Ari.

Sementara itu, para pelayat di rumah duka pun terlihat begitu kehilangan. Terutama bagi keluarga inti Agus. Bahkan, Mbak Dessy sempat beberapa kali terjatuh lemas ditinggal oleh ayahnya untuk selamanya.

Prosesi pemakaman dilakukan langsung pada pagi harinya. Agus diberangkatkan ke TPU Jenon sekitar pukul 10.00. Nampak Wabup Marhaen bersama jajaran forkopimda turut melayat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia