Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Miliaran Belum Dibayar

Pedagang Bawang Merah Adukan Penipuan

18 Oktober 2019, 12: 44: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

Brambang

TRANSAKSI NORMAL:Aktivitas jual beli bawang merah di Pasar Sukomoro tetap berjalan meski puluhan pedagang disebut tertipu ulah pemborong yang belum membayar dagangan mereka hingga miliaran rupiah. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

SUKOMORO, JP Radar Nganjuk- Pedagang bawang merah di pasar Sukomoro, Nganjuk meradang, kemarin. Puluhan pedagang merasa tertipu lantaran pemborong yang berinisial Lsd tak kunjung membayar tagihan. Jumlah kerugian pun tak main-main. Yaitu, mencapai Rp 3 miliar.

Sumarni, 52, salah satu pedagang yang merasa dirugikan mengaku belum lama bertransaksi dengan Lsd. “Seingat saya baru tiga kali ini. Transaksi pertama dan kedua lancar. Tapi (transaksi) yang ketiga ini sudah empat hari tidak ada kabarnya,” akunya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk saat ditemui di lapaknya, kemarin.

Transaksi pada Minggu (16/10) lalu itu yang berjumlah paling besar. Total ada 50 karung bawang merah seberat 3,3 ton yang dibawa oleh Lsd. Sedangkan transaksi pertama dan kedua hanya berjumlah belasan karung saja.

Akibat molornya pembayaran brambang puluhan karung itu, Marni merugi tak kurang dari Rp 44 juta. “Saya dijanjikan dibayar paling lama pada Rabu (16/10) kemarin. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar,” keluhnya.

Setelah melihat Lsd kali terakhir pada Minggu lalu, hingga kemarin para pedagang tidak ada yang tahu keberadaan Lsd. Karenanya, Marni bersama para pedagang lainnya merasa tertipu. Apalagi, uang penjualan tak kunjung dibayarkan.

Perempuan berjilbab itu menuturkan, sejak awal dia sudah mempunyai firasat buruk terhadap Lsd. Namun, karena selalu tepat dalam membayar, ia pun membiarkan dagangannya dibawa dahulu oleh Lsd. “Dulu sempat saya sindir gak opo-opo barange digowo pokok mbayare gak mbleset (tidak apa-apa barangnya dibawa asal pembayarannya tidak meleset,” selorohnya sembari menyebut bawang merah dibawa Lsd ke Jakarta dan Jawa Barat.

Marni semakin percaya karena banyak pedagang yang juga bertransaksi dengan Lsd. Setidaknya ada 20 pedagang yang diperkirakan juga mengalami keterlambatan pembayaran. Bahkan, jumlahnya bisa lebih besar dari itu.

Sementara itu, akibat keterlambatan pembayaran itu, Marni mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukomoro. “Tadi (kemarin, Red) juga sudah ada petugas yang ke sini,” beber Marni.

Terpisah, Wartono, 50, penjaga malam pasar menuturkan bahwa Lsd sudah sering melakukan transaksi bawang merah dengan pedagang di sana. Setidaknya, padagang di pasar tersebut sudah mengenalnya sejak dua bulan terakhir.

Saat awal-awal transaksi, Lsd terkenal tidak pernah bermasalah dengan pembayaran. “Orangnya awal-awal ambil brambang di sini bayarnya tunai. Begitu beli, brambang diangkut truk langsung di bayar,” terang pria yang akrab disapa Tono itu.

Jika Marni hanya menyebut 20 pedagang yang tertipu, menurut Tono jumlahnya jauh lebih banyak. Yaitu, sekitar 40 pedagang. “Total kerugian kabarnya ada sekitar Rp 3 miliar,” klaimnya.

Terpisah, Kapolsek Sukomoro AKP Gendut Wisoko mengaku belum menerima laporan secara resmi dari pedagang. Meski demikian, pihaknya memfasilitasi para pedagang untuk mencarikan solusi terbaik. “Kami sementara memfasilitasi adanya solusi-solusi,” paparnya kepada koran ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia