Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Telusuri Perempuan Hamil di Luar Nikah

Belasan Orang Ingin Mengadopsi Al Mira

18 Oktober 2019, 12: 37: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

Bayi

SEHAT: Sekcam Prambon Kuwadi (kanan) menyerahkan Al Mira kepada petugas Dinsos PPPA yang menjemputnya di Puskesmas Prambon, Rabu (16/10). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Polres Nganjuk menyelidiki kasus pembuangan bayi di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tegaron, Kecamatan Prambon. Saat ini penyidik fokus mendalami orang tua identitas bayi bernama Al Mira tersebut. Termasuk dengan menggali informasi perempuan hamil di luar nikah dari beberapa daerah di Nganjuk.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan menuturkan, usai mendapat laporan tentang penemuan bayi yang dibuang di teras Pustu Tegaron, dia langsung menerjunkan tim buser ke lapangan. “Ada dugaan bayi itu hasil hubungan gelap,” ujar perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

Karenanya, polisi langsung melakukan penelusuran. Di antaranya, menggali informasi tentang adanya perempuan hamil di luar pernikahan. “Sekaligus mencari data ibu hamil di sekitar lokasi pembuangan,” lanjutnya.

Jika hingga kemarin pencarian identitas ibu hamil masih dilakukan di sekitar Desa Tegaron, Prambon, ke depan tidak menutup kemungkinan akan diperluas. Yakni, di seluruh wilayah Kecamatan Prambon. “Kami kumpulkan data dulu,” terangnya.

Terkait penyebutan nama Bambang di dalam surat yang diletakkan di kardus bayi, perwira yang akrab disapa Niko itu berujar, timnya juga akan mendalami hal tersebut. “Semua data terkait akan kami dalami,” bebernya.

Sementara itu, hingga kemarin Al Mira masih dirawat di RS Bhayangkara Moestadjab. Koordinator Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Angga Kuswardana menjelaskan, bayi berkulit putih itu dalam kondisi sehat.

Bahkan, dua hari pascapenemuan, semakin banyak orang yang berniat mengadopsi bayi seberat 3 kilogram dan panjang 50 sentimeter tersebut. “Ada 15 orang yang ingin mengadopsi bayi perempuan ini,” ungkap Angga.

Sebelumnya, beber Angga, saat Al Mira masih dirawat di Puskesmas Prambon sudah ada lima orang yang menyatakan ingin mengadopsi. Rupanya, jumlah calon orang tua asuh itu terus bertambah.

Belasan orang yang menyatakan minat untuk mengadopsi Al Mira itu, menurut Angga sudah diberi formulir pengajuan adopsi. Adapun selanjutnya, proses adopsi akan ditangani oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nganjuk.

Angga menjelaskan, syarat utama adopsi bayi adalah wajib sudah berkeluarga. Adapun pertimbangan lainnya cukup banyak. Mulai kondisi ekonomi, psikologis keluarga, dan pernyataan surat bermaterai akan memberi tahu asal-usul anak saat usianya sudah remaja.

Terakhir, pernyataan untuk menghibahkan harta bagi anak. “Selain melindungi hak anak, identitasnya juga harus jelas,” terang Angga sembari menyebut garis keturunan si bayi tidak boleh diubah.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia