Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Truk Tabrak Teras, Dua Tewas

Kendaraan Oleng karena Sopir Mengantuk

18 Oktober 2019, 12: 16: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Truk

RINGSEK: Petugas dibantu warga berusaha mengevakuasi truk pasir yang menabrak teras rumah di Desa Joho, Kecamatan Pace, kemarin (16/10) siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

PACE, JP Radar Nganjuk- Nasib tragis dialami oleh Marpuah, 90. Nenek asal Desa Joho, Pace itu setelah tertabrak truk saat sedang duduk di teras rumah tetangganya, kemarin (16/10) siang.

Peristiwa nahas itu terjadi pukul 11.00. Saat itu, Marpuah tengah bersantai di teras rumah Supiah, 75, tetangganya. Saat tengah asyik berbincang dengan Supiah, dari arah selatan melaju truk bermuatan pasir yang dikemudikan oleh Darmaji, 50.

Dalam kondisi mengantuk, truk yang dikemudikan oleh pria asal Desa Kapas, Sukomoro itu oleng ke kanan. Hanya dalam hitungan detik, truk bernopol AG 8416 VG itu menabrak teras rumah Supiah.

Marpuah yang duduk membelakangi jalan tidak sadar jika ada truk yang melaju ke arahnya. Adapun Supiah yang melihat truk melaju ke arahnya langsung berlari menghindar.

Braaak! Truk bercat merah itu menabrak teras rumah Supiah setelah sebelumnya menabrak pohon dan tempat penjualan bensin eceran. “Korban mengalami luka memar di kepala. Paha kanan dan kirinya luka terbuka,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino.

Nyawa Marpuah pun tak bisa diselamatkan. Akibat benturan berturut-turut itu, bodi depan truk ringsek. Terutama pada bagian bumper, bodi, dan kaca depan retak. “Sopir terluka pada bagian muka dan kepala,” lanjut perwira dengan pangkat satu balok di pundak tersebut.

Saat kejadian Darmaji diketahui masih bernapas. Dengan kondisi luka parah, dia langsung dilarikan ke RSUD Nganjuk. Setibanya di rumah sakit milik Pemkab Nganjuk itu, nyawa pria tua tersebut tidak bisa diselamatkan.

Terpisah, Supiah yang ditemui koran ini mengatakan, dirinya tidak sempat membantu Marpuah karena dalam kondisi kaget. “Saya tidak sempat membantu. Saya sendiri sudah bingung,” aku Supiah yang kemarin sempat mendengar teriakan histeris Marpuah.

Lebih jauh Supiah menjelaskan, setiap hari Marpuah memang senang berbincang di teras rumahnya. Perempuan yang tinggal sendiri di rumah itu agaknya mencari teman. “Anak ragilnya di Bali. Sempat diboyong ke sana tapi menolak,” kenang Supiah.

Untuk diketahui, setelah kejadian nahas kemarin siang, truk baru dapat dievakuasi sekitar pukul 15.00. Pemindahan berlangsung lama karena pekerja harus memindahkan muatan pasir ke truk lainnya. “Truk kami amankan di kantor satlantas,” tegas Gino.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia