Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bayi Dibuang di Teras Pustu

Orang Tua Tinggalkan Surat Wasiat di Kardus

18 Oktober 2019, 12: 07: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Bayi

MALANG: Koordinator Pustu Tegaron Bambang menggendong Al Mira, bayi yang ditemukan di teras puskesmas pembantu, kemarin (16/10) pagi. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

PRAMBON, JP Radar Nganjuk-Entah apa yang ada di benak orang tua Al Mira. Bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari itu dibuang di teras Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tegaron, Prambon, kemarin pagi. Ditempatkan di dalam kardus, bayi berselimut kain hitam itu juga disertai surat wasiat. 

Keberadaan Al Mira yang diletakkan di bangku Pustu Tegaron itu awalnya diketahui oleh Evanda Aprilia, 13. Pelajar SMP yang tinggal di dekat Pustu Tegaron itu terkejut mendengar suara tangisan bayi saat melewati pustu sekitar pukul 05.30, kemarin.

Penasaran, dia lantas membuka kardus yang ada bangku. Betapa terkejutnya, di dalam kardus itu ada bayi perempuan berselimutkan kain hitam. Di dekat bayi ada selembar surat wasiat yang ditujukan untuk Bambang.

Bayi

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Belakangan, nama itu diketahui sebagai koordinator Pustu Tegaron. “P (Pak, Red) Bambang ini namanya Al Mira sya (saya, Red)  titip biar dia sehat selalu.” demikian bunyi surat tersebut.

Setelah membaca surat sekilas, Evanda langsung berlari pulang ke rumahnya. Dia memberi tahu keluarga dan tetangganya tentang keberadaan bayi tersebut. Bambang, yang namanya disebut dalam surat, baru mengetahui keberadaan sang bayi setelah heboh penemuan bayi malang itu. “Ada surat ditujukan kepada saya,” ujar pemilik nama lengkap Bambang Subandiono itu.

Apakah Bambang mengenal orang tua bayi? Pria yang kemarin menggendong Al Mira itu mengaku tidak mengenalnya. Menurutnya ada dua kemungkinan pelaku menulis namanya di dalam surat.

Yang pertama karena namanya terpampang di dinding kantor pustu. Kedua, sebenarnya kedua orang tua bayi itu memang mengenal dirinya. Meski mengaku tak mengenal orang tua bayi, pria berkacamata itu mengaku bersedia merawat Al Mira. “Urusan orang tua yang telah membuang bayinya biar jadi urusan polisi,” terangnya.

Lebih jauh Bambang mengaku sempat mendengar tangisan bayi sekitar pukul 01.30 dini hari kemarin. Awalnya, dia menyangka suara tangisan bayi itu berasal dari lingkungannya. “Saya kira bayi tetangga,” imbuh pria yang tinggal di pustu tersebut.

Terpisah, Kepala Puskesmas Prambon Arief Subianto menjelaskan, Al Mira dalam kondisi sehat. Tidak ada cacat fisik. Suhu tubuh bayi seberat tiga kilogram dan panjang 50 sentimeter itu juga normal.

Selama dirawat di puskesmas, bayi mungil ini juga mampu menghisap susu dengan normal. Arief lantas berkoordinasi dengan Satuan Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disnos PPPA) Nganjuk agar Al Mira dibawa ke RS Bhayangkara.

Koordinator Sakti Peksos, Angga Kuswardana mengatakan, jika dalam beberapa hari ini orang tua bayi tidak diketahui, Al Mira akan menjadi milik negara. “Kami pastikan dia tetap mendapatkan hak-haknya,” terang Angga.

Sementara itu, Kapolsek Prambon AKP Yantono menuturkan, polisi langsung menangani kasus pembuangan bayi tersebut. Mereka melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pembuang bayi. “Jika ada tetangga yang hamil tapi tidak melahirkan, patut dicurigai. Kami minta untuk melaporkan ke polisi,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia