Kamis, 12 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Sembilan Bulan, Total 1.365 Kasus Demam Berdarah

Tren Menurun, Harus Tetap Waspada

17 Oktober 2019, 18: 00: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

demam berdarah kediri

FLUKTUATIF: Nur Munawaroh menunjukkan grafik data serangan DBD dari tahun ke tahun. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri mengingatkan munculnya penyakit demam berdarah (DB). Pasalnya, dalam waktu setahun ini, kasus DB sudah mencapai ribuan kasus.

Menurut Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Kediri Nur Munawaroh bahwa sampai September, sudah ada 1.365 kasus demam berdarah. Paling tinggi pada Januari, yaitu sebanyak 615 kasus.

Pada waktu itu, memang menjadi puncak musim penghujan yang menjadi perkembangan nyamuk aedes aegypti. Selama kurun waktu sembilan bulan tersebut, penyakit yang biasa menyerang anak-anak ini telah merenggut 27 nyawa.

Demam Berdarah Kediri

Demam Berdarah Kediri (radarkediri.id)

“Kalau bulan-bulan berikutnya trennya turun terus menerus,” terang Nur. Bahkan, selama dua bulan terakhir yaitu Agustus dan September hanya ada satu kasus.

Meski begitu, Nur meminta masyarakat tidak teledor. Sebab, minimnya kasus juga dipicu karena belum masuknya musim penghujan. Pada bulan ini,yaitu Oktober, sampai saat ini memang belum ada kasus DBD, tetapi, sudah ada empat kasus demam dengue yang menjadi tanda-tanda memasuki sakit demam berdarah dengue (DBD). “Meski masih DD, tetap perlu waspada. Segera periksakan ke dokter dan diberi obat penurun panas,” jelasnya.

Sebab, Nur menyebut jika terlambat dalam pemeriksaan, ditakutkan ada indikasi yang semakin parah. Jangan sampai dari DD itu bisa terindikasi demam berdarah dengue (DBD) hingga dengue shock syndrome (DSS).

Nur meminta masyarakat terus menggiatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan meminimalkan tempat berkembangnya nyamuk. Khusus untuk kader-kader juru pemantau jentik (jumantik) juga terus melakukan pemantauan.

Sebab dengan kondisi lingkungan saat musim penghujan, diprediksi akan ada peningkatan populasi nyamuk tersebut. Nur mengungkapkan, saat memasuki musim penghujan tentu barang bekas baik berupa kaleng maupun plastik yang ada diluar ruangan akan tergenang air. Nah kondisi itu tentu akan menjadi lokasi berkembangbiak nyamuk aedes aegypti.

Nur mengingatkan agar terus dilakukan PSN berkualitas yaitu dengan melakukan pemberantasan secara rutin dan terus menerus. Sehingga diharapkan, hal tersebut bisa menekan dan mengantisipasi terjadinya kasus demam berdarah di musim penghujan kali ini.

Ia menyebut bahwa masyarakat harus semakin rutin memantau lokasi perkembangbiakan nyamuk mematikan ini. Jika saat musim kemarau lebih memperhatikan bagian dalam rumah, namun selama musim kemarau bisa memantau lingkungan di sekitar rumah.

 

Kasus DBD

Januari: 615

Februari: 398

Maret: 208

April: 67

Mei: 35

Juni: 18

Juli: 10

Agustus: 1

September: 1

Oktober: -

Total : 1.365

Sumber: Data dari Dinkes Kabupaten Kediri

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia