Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

Rizky Maulana, Penghobi Motor Custom dari Kediri

Jadi Menawan dengan Jap Style

17 Oktober 2019, 12: 16: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

custom motor kediri

MODIFIKASI: Rizky memasang aksesoris motor custom di belakang rumahnya. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Pengalaman pertamanya mengutak-atik motor custom berakhir mengecewakan. Bukannya jadi tambah menarik, Honda CB 100 itu jadi amburadul. Pengalaman itu justru memacunya menjadi punya usaha motor custom.

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kabupaten, JP Radar Kediri.

Kipas angin putih menemani Risky di siang yang sangat terik itu. Sembari memasang beberapa aksesoris di bagian kaki-kaki motor Pulsar Bajaj 180 cc yang tengah digarapnya, lagu era tahun 90-an pun terdengar. Suara itu berasal dari speaker radio yang ditaruh tepat di atas kulkas tua di salah satu sudut teras belakang rumahnya, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen.

Dari sekian banyak aksesoris yang akan dipasang pada motor custom yang digarapnya itu, ada beberapa berupa barang bekas. Yang ia kumpulkan dari berbagai tempat. Yang dia gunakan sebagai tambahan untuk mempercantik motor yang hendak dimodifikasi.

“Ada yang beli dari luar kota, ada juga sisa motor bekas yang dicustom. Memang suka mengumpulkan barang-barang pretelan,” kata pemuda yang karib disapa Bling ini, sembari memegang topi vintage yang ia pakai saat itu.

Pemuda ini bernama lengkap Rizky Maulana. Mengaku menggeluti aktivitas tersebut sejak dua tahun silam. Saat itu Rizky baru saja keluar dari perusahaan tempatnya bekerja.

Alasan utamanya keluar dari tempat kerjanya, Rizky ingin bisa mandiri. Tentu dengan usaha yang ia jalani saat ini. Memiliki usaha perakitan motor custom.

Menariknya, ia bukan berlatar belakang pendidikan otomotif. Justru latar belakang pendidikannya saat SMK adalah jurusan teknik mesin.

Lalu, kenapa berbelok arah ke otomotif? “Dulu sering lihat motor custom. Menjadi tertarik dan motor saya CB 100 yang saya utak-atik sendiri,” ungkapnya.

Namun, hasilnya saat itu sama sekali tak memuaskan. Eksperimen pertamannya itu justru menurut Rizky gagal. “Jadinya amburadul. Dan malah jadi lucu menurut saya,” cetus alumnus SMK PGRI 1 Kediri itu.

Dari percobaan awal itu tak membuat pemuda kelahiran 1994 ini patah arang. Justru ia kerap belajar dari beberapa komunitas untuk mengasah kemampuannya di bidang yang membutuhkan keahlian khusus ini.

“Banyak sharing dan lihat motor custom teman. Terus saya coba custom motor milik teman saya,” imbuhnya.

Selama ini ia mengerjakan custom motor sendiri. Bahkan pada 2018, telah ada 25 unit motor yang telah ia garap. Termasuk motor dari luar kota yang dikirim agar dikerjakan pemuda ini. Padahal, waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan custom dari awal hingga selesai rata-rata lebih dari dua bulan.

Sembari memoles detail-detail bagian motor yang ia kerjakan, Rizky menjelaskan beberapa aksesoris yang benar-benar ia bentuk sendiri. Seperti pangkuan spakbor, termasuk pangkuan untuk beberapa bagian lain. “Detail pangkon itu untuk mempermanis detail bagian motor,” jelas pemuda yang memiliki brand Djava Custom untuk usahanya tersebut.

Sejauh ini, semua jenis motor pernah ia custom. Baik motor matic, bebek , dan motor sport. Dan semuanya adalah motor lama. Semuanya bermodel dan dimodifikasi beda.

Rizky mengaku, hal yang paling diutamakan pada custom yang ia kerjakan adalah kepuasan pemesan. “Tentu saya melakukan custom ini selalu sharing dengan pemesan, bagaimana permintaan mereka,” terangnya.

Selama ini memang motor bekas dengan harga murah yang ia custom. Rata-rata dipoles hingga modifikasi jap style. Dari motor usang, menjadi motor yang menawan.

Tentu, selama pengerjaan, tak selalu berjalan mulus. Sejumlah tantangan ia hadapi selama ini. Hanya saja, Rizky mengaku tantangan itu ia anggap sebagai hal dan pelajaran baru. Yang membuatnya bertambah pengalaman. “Motor custom ini memang membutuhkan waktu lama, jadi kita harus telaten dan sabar. Jika tidak cocok, ya harus ganti model,” paparnya.

Selain custom motor, beberapa bahan bekas yang ia koleksi juga dijadikan barang yang lebih berguna. Seperti membuat aksesoris interior, baik meja, kursi ataupun hiasan dinding. “Ada bekas pir motor, bisa dibuat tempat aquascape. Kalau saya lihat barang bekas yang tidak terpakai, rasanya sayang. Jadi saya otak atik sampai bisa buat bahan yang berguna dan ada nilainya,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia