Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Germas Award 2019: Bonus Rp 10 Juta bagi yang Tak Sakit

16 Oktober 2019, 18: 41: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

germas award 2019

PERIKSA: Juri Germas Award 2019 yang juga Kabaid P2P Dinkes Alfan Sugiyanto, melihat kondisi bak air kamar mandi karyawan di Hotel Lotus, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Banyak terobosan yang dilakukan perusahaan swasta untuk memotivasi pegawainya agar memiliki budaya hidup sehat. Selain merangsang dengan bonus per tahun, juga meminta para karyawan itu naik dan turun lantai dengan melewati tangga. Bukan menggunakan lift.

Di Bank Muamalat misalnya. Manajemen bank ini merangsang stafnya dengan bonus agar terbiasa hidup sehat. Tidak tanggung-tanggung, bonus sebanyak Rp 10 juta menanti setiap tahun bila karyawan tersebut bisa tetap sehat.

Menurut Pemimpin Bank Muamalat Cabang Kediri Alan Januar Ahmed, bonus diberikan kepada karyawan yang tak pernah mengajukan klaim kesehatan selama setahun. “Itu untuk memotivasi karyawan agar selalu sehat. Sebelumnya malah dua puluh juta (rupiah) setahun,” ujar Alan, pria asal Malang ini.

Selain rangsangan bonus, perusahaan juga peduli dengan kesehatan para pegawainya. Setiap Jumat, kata Alan, ada olahraga berupa senam bersama dan yoga untuk pegawai perempuan. Sementara yang laki-laki lebih memilih bersepeda atau futsal. “Kalau olahraga rutin setiap pekan,” ungkapnya.

Tidak hanya olahraga rutin, Bank Muamalat juga mengundang yayasan kanker secara berkala. Mereka memberikan sosialisasi kepada para pegawai. Terutama yang perempuan. “Dari 30 orang karyawan, separonya perempuan,” urainya.

Sama seperti perusahaan lain, di kantor ini juga larangan merokok. Bahkan, sebelum bekerja di Muamalat, Alan mengungkapkan, ada perjanjian antara pegawai dengan perusahaan soal larangan merokok yang diketahuai keluarga.

Untuk mengusir penat, Bank Muamalat menyediakan pojok santai di bagian belakang kantor. Selain pantri dan meja makan, perusahaan juga melengkapinya dengan peliharaan burung love bird. “Kami harap setelah mendengar kicau burung, karyawan lebih rileks,” ucapnya.

Terobosan berbeda dilakukan Hotel Grand Surya. Manajer Human Resource Department (HRD) Sunarsih mengatakan perusahaan membiasakan pegawainya dengan budaya hidup sehat. Karena itu, karyawan yang rumahnya di sekitar Jalan Dhoho diminta jalan kaki menuju hotel. “Tidak perlu naik motor,” katanya.

Kebiasaan ‘bergerak’ juga diterapkan di dalam hotel. Para staf dibiasakan naik dan turun lantai dengan berjalan kaki. Melewati tangga. Meskipun sebenarnya tersedia lift. “Kami tempel di depan lift pengumumannya. Kalau hanya naik satu lantai dan tidak membawa barang, kami minta lewat tangga. Supaya lebih sehat,” ujarnya.

Pihak perusahaan memang tegas soal hal tersebut. Karena itu, ketika staf tepergok naik lift, manajer akan menegurnya. “Hanya teguran lisan saja,” ungkapnya.

Setiap pekan, Hotel Grand Surya juga membiasakan olahraga bersama. Waktunya dipilih sore hari. “Paling sering senam dan bersepeda. Kami juga memfasilitasi olahraga renang,” terang Sunarsih.

Sementara itu, General Manager (GM) Hotel Lotus Garden Alief Khunaefi mengatakan, pihaknya memfalitasi karyawan untuk pengecekan kesehatan tiga bulan sekali. Sedangkan olahraga rutin, dilakukan dua minggu sekali. “Kami pilih hari Sabtu,” kata Alief.      

Untuk pegawai yang masuk sift malam, lanjut Alief, pihaknya menyediakan ekstra fooding seperti susu. Agar stamina tetap fit pegawai juga diberi vitamin tambahan dan minuman susu, telur, madu, dan jahe (STMJ). Hal itu berlaku ketika hotel digunakan untuk acara resepsi pernikahan.

Terakhir, di Honda Pacific Motor, perusahaan lebih memprioritaskan kegiatan rekreasi. Sales Manager Haris Nurcahyo mengatakan, perusahannya rutin menggelat gathering keluarga. Untuk olahraga, mereka punya klub futsal yang rutin bermain setiap pekan. “Karena mayoritas laki-laki. Jadi banyak yang suka futsal,” ujarnya.

Untuk diketahui, penjurian lapangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) 2019 kemarin memasuki hari keenam. Kali ini, tim juri mengunjungi perusahaan swasta di Kota Kediri. Selain dari Jawa Pos Radar Kediri, juri juga berasal dari dinas kesehatan (dinkes) dan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Strada Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia