Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Guru di Kediri Tewas Terlindas Truk

15 Oktober 2019, 18: 50: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan di ngasem

JALAN MAUT: Petugas kepolisian mengamankan lokasi kecelakaan sepeda motor dengan truk tangki di Jalan Sukarno Hatta, Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, kemarin. (UNIT LAKA LANTAS POLRES KEDIRI for radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Sukarno Hatta, Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Tepatnya di depan toko mebel Aneka Jaya. Alimatus Sakdiah, 33, guru asal Dusun Nglaban, Desa Maron, Kecamatan Banyakan, meninggal terlindas truk tangki gandeng.

Truk AG 8476 AG bermuatan tetes tebu itu dikemudi Ahmad Waluyo, 38, warga Dusun Klampisan, Desa Janti, Kecamatan Wates. Kecelakaan terjadi Senin (14/10). “Sekitar pukul 12.00 WIB,” terang Ipda Agung Dwi S., Kanitlaka Satlantas Polres Kediri.

Kejadian nahas ini bermula ketika truk melaju dari arah Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. “Saat itu saya sedang perjalanan mengantar barang ke Gresik,” terang Waluyo.

TINGGAL KENANGAN: Foto Alimatus Sakdiyah semasa hidup.

TINGGAL KENANGAN: Foto Alimatus Sakdiyah semasa hidup.

Semula perjalanan aman dan lancar. Waluyo mengaku, hanya memacu kendaraan dengan kecepatan 25 km/jam. Sebelum sampai di pertigaan Dlopo, terdengar suara teriakan pegawai toko bangunan yang berada di seberang jalan. Teriakan itu terdengar sopir. Kemudian, menghentikan laju kendaraannya.

“Saya diteriaki untuk mundur. Ketika saya lihat kaca spion saya melihat tangan di samping ban belakang,” ungkapnya.

Begitu laju truk berhenti, Waluyo langsung melihat bagian ban truk yang paling belakang. Saat itulah tepat di kolong truk terlihat Alimatus sudah tergeletak. Tubuhnya sudah dalam keadaan tidak bergerak.

Dari keterangan pihak kepolisian, sepeda motor dengan nomor polisi AG 6134 BT yang dikendarai Alimatus melaju dari arah yang sama. “Sepeda motor berada di belakang truk, hendak menyalip dari sebelah kiri,” jelas Agung.

Sayangnya, ketika menyalip dari sisi kiri, rupanya di pinggir jalan terparkir sebuah mobil. Karena kaget, perempuan yang merupakan aparat sipil negara (ASN) dan seorang guru ini berusaha menghindar ke sebelah kanan.

Namun sepeda motornya oleng. Hal ini membuat pengendaranya terjatuh ke kanan tepat masuk di bawah ban truk. Karena kerasnya benturan, tubuh Alimatus terseret hingga 50 meter. Sementara sepeda motor Honda Supra yang dikendarai tertinggal jauh di belakangnya.

“Saat saya lihat korban sudah dalam tidak bergerak,”  ungkap Dwi Margono, 60, saksi mata warga sekitar.

Siang itu, Dwi mengaku, sedang makan di rumahnya. Begitu mendengar benturan keras, ia langsung lari menuju asal suara. Sampai di lokasi, Dwi melihat truk berhenti di depan gang rumahnya. Di sekitarnya terlihat warga bergerombol di sekitarnya namun tidak berani mengangkat untuk meminggirkan.

“Tidak lama kemudian, anggota laka satlantas datang saya bantu untuk evakuasi,” imbuhnya.

Ketika dievakuasi, kepala Alimatus masih menggunakan helm. Namun sayang, bagian kaca helm pecah dan mengeluarkan darah. Karena benturan keras, tidak hanya membuat rusak bagian muka. Tetapi juga patah di bagian pinggang ke bawah. Ketika jenazah di balik bagian kaki masih di posisi semula.

“Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara,” tutur Dwi.

Untuk proses selanjutnya, sopir truk diamankan di kantor unit laka Satlantas Polres Kediri. Begitu pula dengan truk dan sepeda motor untuk barang bukti.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia