Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Uji Limbah PT Jaker Belum Turun

Siapkan Rekomendasi jika Hasilnya Tak Sesuai

14 Oktober 2019, 11: 50: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Sungai

KOTOR: Kondisi sungai Klinter Kertosono yang menjadi tempat pembuangan limbah PT Jaya Kertas, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk-Dinas Lingkungan Hidup (LH) Nganjuk masih harus menunggu lagi untuk mengetahui kualitas limbah PT Jaya Kertas (Jaker). Pasalnya, hingga kemarin hasil uji limbah perusahaan kertas itu masih belum keluar.

“Sekarang belum keluar. Biasanya sekitar dua minggu baru dapat diketahui hasilnya,” ujar Kepala DLH Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk, kemarin siang.

Untuk diketahui, tim dinas LH mengambil sampel limbah PT Jaker pada Senin (7/10) lalu. Mereka mengambil sampel limbah cair di empat titik. Yaitu, di

sungai Klinter, Desa Kemaduh dan sungai Klinter, Lambangkuning, Kertosono.

Selain itu, dinas LH juga mengambil sampel pada saluran pembuangan di sana. Baik pada saluran masuk maupun keluarnya limbah cair. Selanjutnya, sampel dibawa ke laboratorium PT Sucofindo Cabang Surabaya untuk diuji. Hasil uji inilah yang saat ini tengah ditunggu oleh dinas LH.

Tri menegaskan, Sucofindo dipilih karena akreditasinya sangat bagus. Sehingga, pihaknya memercayakan pengujian sampel limbah di perusahaan yang merupakan bagian dari BUMN itu.

Terkait tindakan yang diambil ke depannya, Tri menegaskan pihaknya masih harus menunggu hasil laboratorium terlebih dahulu. Yakni, apakah hasilnya di atas atau di bawah baku mutu. “Kami masih akan mendiskusikannya lebih dahulu,” terang Tri.

Bagaimana jika hasil pengujian di laboratorium tersebut tidak sesuai dengan baku mutu? LH, tutur Tri, akan menyiapkan beberapa tindak lanjut. Termasuk kemungkinan memberikan terguran. “Kami akan membuat beberapa rekomendasi,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sungai Klinter Kertosono diduga kembali tercemar oleh limbah cair yang dibuang oleh PT Jaker. Dugaan itu muncul akibat bau kurang sedap di sekitar sungai. Tak ayal, warga pun mengeluhkan hal tersebut.

Keluhan warga sejak seminggu terakhir itu langsung direspons oleh dinas lingkungan hidup (LH). Pada Jumat (4/10) dan Senin (7/10) lalu, petugas dinas LH mendatangi PT Jaya Kertas.

Terkait izin instalasi pengolahan air limbah (IPAL), Tri mengaku bahwa perusahaan tersebut memilikinya. “IPAL yang jelas ada. Cuma dengan bau itu kami tidak tahu apakah fungsinya telah digunakan dengan maksimal belum,” terangnya.

Untuk diketahui, laporan tentang limbah PT Jaker ini seperti siklus. Terus berulang. Kecenderungannya, keluhan warga muncul saat musim kemarau. Begitu debit air sungai turun, warga mengeluhkan bau tak sedap dari sungai.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia