Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dropping Air Dihentikan

Jalan Ngepung Menyempit

14 Oktober 2019, 11: 47: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

Air

INSIDEN: Satu unit truk pengangkut pupuk terguling saat melewati jalan Desa Ngepung, kemarin siang. Jalan di ujung utara wilayah Nganjuk itu menyempit setelah pihak desa melakukan perbaikan di sana. (BPBD Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

LENGKONG, JP Radar Nganjuk-Pengiriman bantuan air bersih ke Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, kemarin terpaksa dihentikan. Pasalnya, dua unit kendaraan pengangkut air  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk tidak bisa mencapai lokasi. Ini setelah di sana terjadi penyempitan jalan akibat insiden kecelakaan dan perbaikan jalan.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, sekitar pukul 09.00 kemarin, dua unit mobil BPBD mengirim air ke Desa Ngepung, Lengkong. “Tidak bisa mencapai lokasi karena jalannya menyempit,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Nganjuk Nugroho.

Pembangunan jalan, terang Nugroho, membuat satu sisi jalan di Ngepung ditutup. Akibatnya, hanya separo badan jalan yang bisa dimanfaatkan. Penyempitan jalan inilah yang membuat truk BPBD tak bisa melewati jalan menuju wilayah paling utara Nganjuk tersebut.

Satu unit truk pengangkut pupuk yang nekat melewati jalan terjal itu, kemarin terguling. “Memang kendaraan roda empat tidak bisa melintas,” lanjutnya sembari menegaskan pengiriman air dihentikan sementara akibat kondisi tersebut.

Sesuai jadwal, tutur Nugroho, BPBD selalu mengirim empat tangki air bersih ke Desa Ngepung. Air yang berjumlah sekitar 20 ribu liter itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air 277 kepala keluarga (KK) di Desa Ngepung, Lengkong.

Terkait penghentian pengiriman air ke Desa Ngepung, Nugroho menegaskan sifatnya hanya sementara. Jika akses jalan menuju ke lokasi sudah kembali normal, BPBD akan kembali mengirimkan air.

Karenanya, Nugroho berharap perbaikan jalan di Desa Ngepung bisa segera tuntas. Sehingga, truk tangki pengirim air bisa kembali mengakses jalan tersebut. “Kami menunggu perbaikan jalan selesai,” tegas Nugroho.   

Terpisah, Kepala Desa Ngepung, Lengkong Dwiyana Bekti mengungkapkan, hingga pukul 15.40, belum ada bantuan air bersih yang masuk ke desanya. “Ya, mau bagaimana jalannya belum bisa dilewati,” keluhnya.

Dwiyana berujar, perbaikan jalan di desanya bisa segera diselesaikan. Sehingga, pengiriman air bersih di awal musim hujan nanti tak terkendala. Berdasar pengalaman tahun lalu, pengiriman air di awal musim hujan juga harus dihentikan karena akses jalan menuju ke Ngepung tak bisa dilewati.

Jika saat ini kondisi jalan terjal dan berbatu, saat terkena air jalan berubah menjadi lembek dan berlumpur. Kendaraan roda empat pun tidak bisa melewati jalan tersebut. Bahkan, warga setempat harus mencari jalan alternatif.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia