Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

90 Persen Sungai Dipenuhi Sampah

DLH Mulai Gencarkan Gerakan Bersih-bersih

14 Oktober 2019, 11: 32: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Sampah

KERJA BAKTI: Warga bersama DLH Nganjuk membersihkan aliran sungai di Kelurahan Kauman, Nganjuk, yang dipenuhi sampah plastik dan dedaunan, kemarin pagi. (Dinas LH Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kondisi sungai di Kabupaten Nganjuk sangat memprihatinkan. Sekitar 90 persen di antaranya, dipenuhi sampah limbah rumah tangga. Mengatasi hal tersebut, dinas lingkungan hidup (LH) mengajak warga menggiatkan gerakan bersih-bersih sungai.

Kasi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk Sumadi mengungkapkan, tumpukan sampah ditemukan hampir di semua aliran sungai di Nganjuk. “Biasanya warga lewat jembatan sambil berangkat aktivitas, lalu membuang sampahnya begitu saja,” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Sumadi terjadi karena masyarakat belum memahami efek negatif membuang sampah ke sungai. Mulai ancaman pencemaran air, tanah, bahkan ekosistem.

Belum lagi dampak terhadap sosial. Seperti halnya banjir yang terjadi karena aliran sungai dipenuhi sampah. “Baik banjir bandang, luapan, tangkis jebol itu semua terjadi karena ketidakpedulian kita terhadap lingkungan,” tegasnya.

Membuang sampah ke sungai, tandas Sumadi, merupakan perbuatan terlarang. Ketentuan itu tertuang dalam Perda No.1/2015 tentang Pengelolaan Sampah. “Itu (perda, Red) belum banyak diketahui masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas LH Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro menjelaskan, pengelolaan sampah telah masuk dalam kebijakan strategi daerah. Bahkan, pihaknya menargetkan dalam lima tahun ke depan harus bisa mengurangi sampah sebanyak 30 persen.

“Sedangkan untuk penanganan sampah berusaha dicapai hingga sekitar 70 persen,” tutur Tri. Hal itu sebagai tindak lanjut kebijakan strategi nasional pengurangan sampah rumah tangga dan sejenisnya.

Untuk bisa mencapainya, diperlukan kerja sama antar-lini. Karenanya, dinas LH mendorong masyarakat untuk mau membersihkan sungai di lingkungan masing-masing dari sampah. “Kalau masyarakat gotong royong membersihkan sampah, kami siap mengangkutnya,” tandas Tri.

Praktik itu, seperti yang dilakukan warga di sungai Plosorejo, Pace; Sungai Ploso, Kota Nganjuk, hingga sungai di Kecamatan Berbek. Kemarin pagi dinas LH bersama warga juga membersihkan sungai di Kelurahan Kauman, Nganjuk.

Tri berharap “virus” bersih-bersih sungai ini bisa menular ke seluruh wilayah Nganjuk. “Dengan demikian akan tumbuh kesadaran bahwa membuang sampah di sungai itu salah. Banyak efek negatif dari kebiasaan tersebut. Mulai dari pencemaran lingkungan hingga banjir luapan,” tuturnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia