Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Petani Panen Raya, Harga Cabai Turun

13 Oktober 2019, 16: 24: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

harga cabai

MELIMPAH : Pedagang cabai rawit memasarkan barang dagangannya di Pasar Induk Sayur Pare, Sabtu kemarin. Meski harga turun, mereka tak banyak menyimpan stok komoditas ini. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

   KABUPATEN, JP Radar Kediri – Harga berbagai jenis cabai di pasar tradisional berangsur turun. Ini seiring datangnya masa panen raya. Dari pantauan koran ini di Pasar Induk Sayur Pare, Sabtu kemarin (12/10), harga cabai rawit merah turun menjadi Rp 23 ribu per kilogram (kg). Sehari sebelumnya, Rp 26 ribu per kg.

“Karena di Jawa Timur ada tiga sentra cabai yang panen raya berimbas pada harga cabai merah. Khususnya cabai rawit cenderung menurun,” terang Suyono S., ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Provinsi Jatim.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, tiga wilayah di Jawa Timur saat ini sedang memasuki panen raya. Yakni Banyuwangi, Kediri, dan Lumajang. Dengan adanya panen raya, estimasi harga bisa turun lagi.

Panen raya, tepatnya mulai dari akhir Oktober 2019 ini sampai Januari 2020 nanti. Dengan adanya hal tersebut, Suyono memprediksi, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 harga cabai akan stabil.

Berdasarkan data dari APCI Provinsi Jatim di Kabupaten Kediri, harga tiga jenis cabai cenderung turun. Hanya saja, nilainya mengalami penurunan yang berbeda.

Kemarin, harga cabai jenis Pusaka sebesar Rp 26 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya masih mencapai Rp 29 ribu per kilogram. Sedangkan cabai jenis Sambi atau Ori sebesar Rp 25 ribu per kilogram, sebelumnya Rp 29 ribu per kilogram.

Untuk cabai Kencana harganya Rp 24 ribu per kilogram. Sebelumnya harga cabai jenis ini masih bertengger di angka Rp 28 ribu per kilogram. Sementara cabai jenis Menu atau Prentul sebesar Rp 23 ribu per kilogram. Harga cabai ini sebelumnya masih Rp 26 ribu per kilogram.

“Adanya penurunan harga ini pastinya pedagang tidak akan stok banyak,” terang Tutik Purwaningsih, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri.

Terjadinya penurunan harga ini, menurutnya, membuat konsumen yang punya kebutuhan sangat terbantu. Namun agar harga cabai tidak terjun bebas dan merugikan petani, Tutik mengaatkan, diperlukan upaya pasca panen. Terutama ketika sedang panen raya.

“Salah satunya adalah menggalakkan pengolahan cabai untuk dikeringkan. Kemudian diolah menjadi bubuk cabai,” imbuhnya.

Terpisah, meski harga cabai turun, Putut Subroto, 42, salah satu pedagang cabai, mengaku, tidak berani menyetok banyak. Mereka mengurangi persediaan dagangannya. Kemarin, ia hanya menyetok 80 kilogram saja. Padahal sebelum panen raya, Putut dapat menyetok lebih dari 100 kilogram.

“Penyebab penurunan harga karena barang banyak. Efeknya, penurunan harga ini pedagang malah sulit untuk mencari keuntungan,” terangnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia