Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Kolom

-- Pesing --

13 Oktober 2019, 16: 08: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

Puspitorini Dian H.

Oleh: Puspitorini Dian H. (radarkediri.id)

Share this          

Dulu..saat pertama kali menjejakkan kaki di Jalan Dhoho, yang ada di benak adalah ini jalan bisa menjadi Malioboro-nya Kediri. Tak hanya nama jalan yang benar-benar lokal, tetapi juga jalan yang berada di pusat kota. Dan..tentu saja adanya makanan khas Kota Kediri yaitu Pecel dan Tumpang. Dua makanan yang mudah ditemui di sepanjang jalan tersebut.

Dulu..begitu menyadari ‘magnet’ jalan tersebut, saya pun tak melewatkan diri untuk berjalan-jalan. Membayangkan seperti saat kuliah di Jogja dan sering menghabiskan waktu di jalan ikon Jogjakarta, yaitu Malioboro.

Tapi..ternyata kenyataan memang tak seindah bayangan. Karena, saat itu, belasan tahun lalu, justru pengalaman tak mengenakkan pertama kali di Kediri justru terjadi di jalan ini. Saat itu, masih banyak pedagang asongan. Berjualan setelah toko tutup. Menggelar dagangan di trotoar. Mereka berjualan dengan memaksa pembeli yang lewat. Jika tak jadi beli, pasti terjadi omelan.

Tapi, itu dulu. Mungkin karena tak banyak yang beli, mereka pun pergi dengan sendirinya. Sekarang, tak ada lagi pedagang kaki lima yang nekat memaksa pedagang. Sekarang, yang terkenal adalah nasi pecel dan tumpang. Karena setiap jengkal trotoar, khususnya yang berada di sisi timur ditempati para pedagang pecel. Tak hanya pecel, juga ada nasi goreng arang yang sudah terkenal menjadi ciri khas Kota Kediri. Menjadi ikon tersendiri saat berada di Jalan Dhoho.

Menyadari itu, rasanya, membawa kenangan Malioboro ke Jalan Dhoho pun bukanlah jadi angan-angan semata. Apalagi, saat hari Sabtu, ada pemusik jalanan yang benar-benar menghibur para pembeli sepanjang Jalan Dhoho.

Mereka adalah anak-anak muda yang menyukai musik dan mengamen dijadikan tempat menyalurkan hobi. Memainkan musik yang sangat lengkap, bahkan ada biola membuat telinga pengunjung benar-benar dimanjakan. Tak segan, para pengunjung memberikan tambahan uang hanya untuk mendengar alunan musik dari para pemusik lokal ini.

Meski baru satu kelompok, suasana yang dibawa para pemusik, pengunjung yang menikmati dan makanan khas Kota Kediri  membuat Jalan Dhoho serasa di Malioboro.

Sayang..beribu sayang...sekali lagi, kenyataan tak semanis yang ada di hati dan bayangan. Sayang..beribu sayang...ketika rasa nikmat merasakan suasana Dhoho itu harus terganggu dengan yang namanya Pesing.

Ya Pesing..ini bukanlah nama desa yang ada di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri ya.. Karena ini sebutan untuk bau yang menyengat setelah buang air kecil. Bau yang menyengat yang mudah ditemukan di setiap gang masuk sepanjang Jalan Dhoho.

Ya, dengan puluhan para pedagang, dengan banyak pengunjung di jalan yang sudah menjadi ikon Kota Kediri ini tak ditemukan satu pun toilet umum. Alhasil, saat mereka (pedagang dan pengunjung) ingin melepas hajatnya, maka gang-gang yang berada di belakang Jalan Dhoho inilah yang menjadi sasaran.

Kembali lagi membayangkan Jalan Malioboro. Di setiap gang yang ada di jalan ini mudah ditemukan hotel, losmen, rumah makan, dan banyak lagi penunjang wisata lainnya.

Khusus yang satu ini, janganlah dibandingkan, karena-bahkan- di salah satu ruas gang, yang ada pabrik roti paling legendaris di Kota Kediri ini pun sudah tercium bau tidak enak ini. Dan, sepertinya para pemilik rumah megah dan jadul yang ada di jalan ini pun tak mampu berbuat apa-apa. Mereka pun memilih diam dan membiarkan lokasi di sekitar rumah mereka menjadi tempat buang hajat sembarangan.

Semoga, ini tak berlangsung selamanya. Semoga, para pemangku kekuasaan dan pemilik kebijakan menyadari pentingnya mengembalikan Jalan Dhoho menjadi ikon wisata di Kota Kediri. Jalan legendaris seperti halnya Jalan Malioboro. Tempat yang menjadi sasaran para turis dan wisatawan berfoto bersama dan sadar kalau ada di Kota Kediri.

Mungkin, bukan hal mustahil membuat Jalan Dhoho menjadi tempat bersih, hijau dan nyaman bagi para pengguna jalan. Mulai dengan hal sederhana dengan menyiapkan toilet umum yang bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh para pengunjung, pedagang dan siapapun yang ingin merasakan sensasi berada di Jalan Dhoho. Ya..semoga saja... (penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia