Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Lereng Gunung Kelud Terbakar

12 Oktober 2019, 15: 12: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

kebakaran gunung kelud

TERBAKAR: Api menjalar di salah satu titik di lereng Kelud. (BPBD Kabupaten Kediri)

Share this          

 KABUPATEN, JP Radar Kediri - Kebakaran hutan di lereng Gunung Kelud masih terjadi. Hingga kemarin, setidaknya ada tiga titik area Perhutani yang dihanguskan api. Faktor aktivitas manusialah yang diduga kuat pemicu kebakaran ini.

Kepala Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Windoko menyampaikan, kebakaran hutan lereng Kelud terjadi di tiga titik dalam sepekan terakhir. Semua di petak 148/1 hutan lindung milik Perhutani BKPH Pare. “Lokasinya dari wilayah lereng Kelud sisi Ngancar hingga Kepung,” katanya.

Kejadian terakhir pada Kamis (10/10) malam. Windoko menyebut, terjadi di Blok Gunung Gede wilayah Desa Kebonrejo, Kepung. “Langsung dipadamkan Perhutani, totalnya satu hectare,” ujarnya.

kebakaran kelud

JINAKKAN API: tim gabungan dari Perhutani, LMDH, TNI dan Polri bekerja sama memadamkan kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Kelud. (BPBD Kabupaten Kediri)

Sementara sebelumnya, terjadi di blok Bukit Ongaan, Desa Besowo, Kepung. Total ada 3 hektare lahan terbakar. Di hari yang sama, kebakaran terjadi di blok Gajah Mungkur, totalnya 10 hektare.

Windoko menyebut, blok tersebut berbahaya. Sebab cukup dekat dengan kawasan Wisata Gunung Kelud. Jaraknya sekitar 6 kilometer. “Penanganannya dengan pembuatan sekat atau ilaran. Tujuannya agar api tidak meluas,” paparnya.

Menurut Windoko, petugas yang menangani bencana kebakaran kawasan hutan ini selain dari BPBD, juga dilakukan oleh tim gabungan dari Perhutani, LMDH, TNI dan Polri.

Disinggung dari hasil evaluasi BPBD, Windoko mengaku, kemungkinan besar kebakaran karena faktor manusia. “Sesuai informasi karena ulah manusia, pencari madu dan burung lupa mematikan puntung rokok. Didukung kondisi kering,” terangnya.

Hal tersebut sebelumnya telah dipertegas Plt Kepala BPBD Randy Agatha Sakaira. Dia mengungkapkan, kemarau hanya menjadi faktor pendukung. “Meskipun belum bisa memastikan, tapi selama ini ditengarai tetap karena fakor aktivitas manusia,” jelasnya.

Antisipasi agar Tidak Meluas ke Permukiman 

Sementara itu, BPBD Kabupaten Kediri belum bisa mencatat penyebab pasti sumber utama kebakaran. Terutama saat terjadi kebakaran hutan yang cukup sulit pencegahannya. Apalagi titik api selalu jauh dari jangkauan.

“Untuk kebakaran hutan kami lebih menjaga agar tidak meluas ke area permukiman dan tempat-tempat vital lainnya,” tegas Plt Kepala BPBD Randy Agatha Sakaira.

Yang jelas, jika terjadi kebakaran hutan, Randy memastikan, faktor utamanya akibat aktivitas manusia. Sebab jika karena alam, menurutnya, sangat minim kebakaran. Terutama dugaan gesekan ranting yang mustahil terjadi percikan api.

Sejauh ini, dari kasus kebakaran di hutan, aktivitas yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran antara lain adalah pencari lebah madu yang mengandalkan api. Termasuk pencari burung di area lereng pegunungan. “Juga karena rokok, jadi sebelum membuang puntung, harus dipastikan sudah benar-benar mati,” pesannya.

Di Kabupaten Kediri, ada dua wilayah yang menjadi kawasan rentan terjadi kebakaran hutan. Yakni di Lereng Kelud yang masuk Kecamatan Kepung, Puncu, Plosoklaten dan Ngancar, juga Lereng Wilis yang mencangkup sejumlah kecamatan di wilayah barat sungai.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia