Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tidak Tahan Sakit, Ibu RT di Pare Gantung Diri

12 Oktober 2019, 14: 52: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

gantung diri pare

DEPRESI: Petugas Polsek Pare bersama petugas unit Inafis Polres Kediri memeriksa jenazah Margiasmani yang bunuh diri di rumahnya, Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, kemarin (11/10). (Humas Polsek Pare for radarkediri.id)

Share this          

PARE, JP Radar Kediri – Margiasmani, 41, warga Jalan Letjend Sutoyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pare nekat mengakhiri hidupnya. Kemarin (11/10), ibu rumah tangga (RT) ini ditemukan gantung diri di blandar kandang, samping rumahnya. Diduga perbuatan itu dilakukan karena tidak tahan dengan penyakit kanker serviks yang lama diderita.

“Korban ditemukan dalam keadaan menggantung, sekitar pukul 06.00 WIB,” terang Bripka Randy Prasetyo, kasihumas Polsek Pare.

Kali pertama, Jasad Margi ditemukan Suasono, 44, suaminya. Sebelumnya, Margi diketahui sempat mandi. Namun, setelah itu Suasono tak melihat istrinya di kamar. “Suaminya lalu mencari hingga ke luar rumah,” kata Randy.

Ketika berada di halaman rumah, Suasono melihat pintu kandang yang sudah tak terpakai terbuka. Padahal biasanya tertutup. Dia segera memeriksa. Di dalam, laki-laki kelahiran 1975 ini melihat istrinya sudah tergantung. “Kaget mengetahui hal itu, Suasono mencari pertolongan,” tutur Randy.

Dia membangunkan Apri Yongki Pratama, 25, anaknya. Yongki kemudian melapor ke perangkat desa diteruskan ke polisi. Polsek Pare bersama tim Inafis Polres Kediri langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Di sana mereka menurunkan jasad perempuan berambut ikal itu.

Kain warna ungu motif bunga sepanjang 130 cm yang menjerat leher Margi dilepas. Hasil pemeriksaan dokter Puskemas Sidorejo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Korban meninggal karena gantung diri,” ungkap Randy.

Keterangan yang didapatkan kepolisian, korban sudah bertahun-tahun menderita penyakit kanker serviks. Diduga karena tak kunjung sembuh, perempuan kelahiran 1978 ini ingin mengakhiri hidup. Namun hal tersebut dicegah keluarganya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia