Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

TPPS Pasar Gringging Rampung, Relokasi di Bulan Desember

12 Oktober 2019, 14: 07: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar gringging

SIAP RELOKASI: Malik di TPPS yang akan dipergunakan untuk pedagang Pasar Gringging. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Revitalisasi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri terus berlanjut. Salah satunya adalah persiapan pembangunan Pasar Gringging, Kecamatan Grogol. Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS).  Tempat itu akan digunakan untuk penampungan para pedagang selama pasar direvitalisasi.

Menurut Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Tutik Purwaningsih, total ada 853 los yang disiapkan di TPPS ini. Belum termasuk untuk pedagang yang selama ini menempati kios. Ia menyebut ada 94 pedagang yang menempati kios sementara yang telah disiapkan.

“Rencana akhir tahun ini sudah direlokasi dan awal 2020 mulai pembangunan pasar,” kata Tutik.

Tutik menjelaskan, pembangunan Pasar Gringging tak terlepas dari kondisinya yang sudah kurang layak. Termasuk jumlah pedagang yang tak sebanding daya tampung pasar alias sudah overload. “Dengan kondisi demikian sudah seharusnya dilakukan revitalisasi total,” jelasnya.

Salah satu kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan adalah ketika musim penghujan. Air dari jalan raya menggenangi pasar hingga ke area dalam. Karena pasar yang berdiri sejak 1970-an tersebut lebih rendah dari permukaan jalan.

Selama proses revitalisasi, pedagang akan direlokasi ke TPPS. Penampungan itu lokasinya tak terlalu jauh dengan Pasar Gringging. Hanya berjarak sekitar 500 meter. Lahan yang digunakan untuk TPPS tersebut merupakan lahan sewa dari warga setempat.

Dari pantauan koran ini, kemarin bangunan semi permanen di TPPS telah masuk tahap finishing. Tinggal melengkapi bagian-bagian kecil. Salah satunya adalah pintu kios yang terbuat dari bahan triplek.

Proyek pembangunan TPPS ini menelan anggaran Rp 1,3 miliar. Nilai itu dianggap wajar. Sebab jumlah pedagang di Pasar Gringging yang terbanyak di Kabupaten Kediri, selain Pasar Pamenang Pare.

Malik, salah seorang pekerja, pembangunan TPPS sudah tahap pengerjaan akhir. “Ini tinggal hal-hal kecil saja, pembersihan sisa pembangunan,” ujarnya.

Di TPPS tersebut telah disediakan sejumlah fasilitas. Seperti toilet yang ada di dua lokasi, tandon air untuk memenuhi kebutuhan air bersih, juga ada TPS di bagian pojok. Juga dilengkapi drainase yang penting untuk mengantisipasi musim penghujan. “Ada dua titik saluran drainase,” imbuh Malik.

Ia menerangkan, TPPS yang mulai dibangun sejak dua bulan lalu itu dibagi atas dua tempat pedagang. Yakni pedagang kios dan pedagang los. Untuk pedagang los berukuran 2 x 1,5 meter. Sementara bagi kios, ukuranya 3 x 2,5 meter.

Untuk diketahui, revitalisasi pasar tradisional tengah digencarkan oleh Pemkab Kediri. Tujuannya mengubah citra pasar tradisional yang selama ini dianggap kumuh dan tidak nyaman.

Beberapa pasar sudah masuk dalam daftar revitalisasi. Di antaranya Pasar Gringging dan Pasar Kras yang akan mulai tahun depan. Juga ada tiga pasar tradisional lagi yang menjadi target di tahun berikutnya. Yakni Pasar Gurah, Pasar Wates, dan Pasar Ngadiluwih.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia