Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dinas LH Ambil Sampel Limbah PT Jaker

Sungai Klinter Diduga Tercemar

12 Oktober 2019, 10: 47: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

Sungai

KOTOR: Kondisi sungai Klinter di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono yang ditemukan beberapa sampah plastik, Minggu (29/9) lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Sungai Klinter Kertosono diduga kembali tercemar oleh limbah cair yang dibuang oleh PT Jaya Kertas (Jaker). Dugaan itu muncul akibat bau menyengat di sekitar sungai. Tak ayal, warga pun mengeluhkan hal tersebut.

Keluhan warga sejak seminggu terakhir itu langsung direspons oleh dinas lingkungan hidup (LH). Pada Jumat (4/10) dan Senin (7/10) lalu, petugas dinas LH mendatangi PT Jaya Kertas.

Yang terakhir pada Senin lalu staf LH mengambil sampel limbah untuk diuji. “Total ada empat titik yang kami ambil sampelnya. Termasuk di dalam PT Jaya Kertas,” ujar Kepala Dinas LH Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro.

Lebih jauh Tri mengungkapkan, tim dari dinas LH juga ditugaskan untuk mengecek kondisi lapangan. Termasuk menilai sungai yang dalam kondisi kotor itu. Bahkan, kondisi tersebut dirasakan hingga sekitar Desa Kemaduh, dan Lambangkuning, Kertosono.

Terkait izin instalasi pengolahan air limbah (IPAL), Tri mengaku bahwa perusahaan tersebut memilikinya. “IPAL yang jelas ada. Cuma dengan bau itu kami tidak tahu apakah fungsinya telah digunakan dengan maksimal belum,” terangnya.

Apakah PT Jaya Kertas juga rutin melaporkan pengolahan limbahnya? Ditanya demikian, Tri menjelaskan, pabrik mengirim laporan per tiga bulan sekali. “Tapi kondisinya sekarang berubah kan juga bisa ya. Perkembangannya saat perjalanan kan kami juga tidak tahu,” aku Tri.

Dikatakan Tri, laporan tentang limbah PT Jaya Kertas ini seperti siklus. Terus berulang. Kecenderungannya, keluhan warga muncul saat musim kemarau.

Begitu debit air sungai turun, mereka mengeluhkan bau tak sedap dari sungai. “Kalau penghujan kan airnya banyak. Mungkin waktu mudah mengurai sehingga tidak berbau. Lha sekarang kan debit airnya minim,” tandas Tri.

Sementara itu, tak hanya dinas LH, beberapa anggota Komisi III DPRD Nganjuk juga mengecek kondisi limbah PT Jaya Kertas di sungai. Mereka mengamini jika kondisi sungai berbau, ada busa, keruh, dan kotor.

“Kami menegaskan kepada pihak PT Jaker untuk melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai. Peraturannya juga sudah tegas,” tandas Wakil Ketua Komisi III DPRD Nganjuk M. Fauzi Irwana.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia