Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Protes Kebijakan Sekolah, Siswa SMKN 2 Nganjuk Demo

Massa Persoalkan Pembatasan Ekstrakurikuler

12 Oktober 2019, 10: 02: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

Demo

 SEMANGAT: Dyah Dwi Istari (kanan) memimpin teman-temannya meneriakkan yel-yel sembarimenyampaikan keluhan di area SMKN 2 Nganjuk, kemarin (10/10) siang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Ratusan siswa SMKN 2 Nganjuk berunjuk rasa di area sekolahnya, kemarin (10/10) siang. Massa yang didominasi perempuan itu memprotes sejumlah kebijakan sekolah.

Dyah Dwi Istari, 18, salah satu siswa SMKN 2 Nganjuk mengatakan, kebijakan yang ditetapkan sekolah tidak sesuai dengan kehendak siswa. Di antaranya, pembatasan keanggotaan siswa dalam beberapa ekstrakurikuler (ekskul). “Dulu ekskul tidak dibatasi jumlah anggotanya,” ujar Dyah.

Pembatasan dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, terang Dyah, membuat ruang gerak siswa terbatas. Karenanya, dia dan siswa lainnya lebih senang jika siswa diberi kebebasan memilih ekskul yang disukai. Sehingga, mereka bisa mengekspresikan minat dan bakatnya dengan bebas.

Tak hanya itu, massa juga mempermasalahkan tentang aspirasi mereka yang tidak didengarkan. “Kalau kami memberikan pendapat pasti ditolak,” keluh siswa kelas XII jurusan Administrasi Perkantoran itu.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa diawali dengan “pembajakan” panggung pentas seni (pensi) oleh sekelompok siswa. Saat itu, sempat terjadi gesekan antara massa dengan siswa lain yang menyelenggarakan acara.

“Kami tidak bermaksud merusak acara pensi. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Mungkin teman-teman penyelengara juga tidak ingin acara terganggu,” tegasnya kepada sejumlah wartawan.

Aksi sempat terhenti. Selanjutnya, sekitar pukul 12.00 massa kembali beraksi dengan membeber spanduk, poster, dan berorasi. Teriakkan yel-yel menggema di area sekolah.

Beberapa saat kemudian, pihak sekolah memanggil perwakilan siswa untuk mengikuti mediasi. Acara itu juga dihadiri Kacabdisdik Provinsi Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno, dan beberapa guru SMK.

Kepala SMKN 2 Nganjuk Yatini yang dikonfirmasi tentang aksi demo kemarin mengungkapkan, aksi demo siswa terjadi karena komunikasi yang kurang baik. “Kurang komunikasi saja,” terangnya.

Terpisah, Edy Sukarno menyebutkan, pihaknya akan melakukan pemantauan untuk mengetahui progres di SMKN 2 Nganjuk. “Kami meminta kepala sekolah segera menanggapi dan merespons yang menjadi tuntutan siswa,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia