Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Events

Germas Award 2019: Sepatu Dibelikan, Makan Siang Disediakan

Cara BUMN ‘Paksa’ Karyawan Hidup Sehat

10 Oktober 2019, 16: 08: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

pg pesantren baru

JAGA KEBERSIHAN : Tim juri Germas Award mengecek persediaan air minum dalam kulkas di PTPN X PG Pesantren Baru, Kota Kediri, kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Inovasi program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak kalah dengan instansi pemerintahan. Mereka juga punya kepedulian tinggi terhadap kesehatan para pegawainya.

Sebut saja misalnya di PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Inovasi untuk menyehatkan karyawannya terlihat dari penyediaan makan siang di kantor setiap hari. Menunya diupayakan empat sehat lima sempurna. Selain sayur dan buah, ada juga susu. “Terkadang juga kacang hijau,” kata Kepala Bidang Underwriting Askrindo Kediri Siti Rida Anugerah pada hari ketiga penjurian Germas Award 2019 kemarin.

Soal makan siang, perusahaan yang berlokasi di Jl Brawijaya itu memang menerapakan aturan ketat. Menurut Rida, agar waktu istirahat tidak terbuang, perusahaan mewajibkan pegawai makan siang di kantor. “Jam istirahatnya hanya satu jam. Pukul 12.00-13.00. Kalau makan di luar, biasanya baru kembali ke kantor setengah dua (siang),” terang perempuan berkerudung ini.

Bukan hanya makan siang yang memerhatikan keterpenuhan gizi, perusahaan ini juga mendorong karyawannya untuk beraktivitas fisik dengan berolahraga. Setidaknya, dengan senam bersama setiap Jumat. Pagi atau sore. “Kalau (Jumat) pagi misalnya masih ada tamu, senam diganti sore hari,” ungkap Rida kepada tim juri yang terdiri dari dinas kesehatan (dinkes), Jawa Pos Radar Kediri, dan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Strada.

Yang menarik, untuk membiasakan karyawan berolahraga, perusahaan sedikit ‘memaksa’ mereka. Caranya, dengan membelikan kaus, sepatu, dan tas olahraga. “Yang malas olahraga, kami belikan sepatu,” kata Rida sembari menyebut jumlah pegawai Askrindo sebanyak 18 orang.

Kemarin, tim juri mendatangi empat BUMN di Kota Kediri yang lolos seleksi kuesioner. Tiga yang lain adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Perusahaan Gula (PG) Pesantren Baru, Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dan Bank Mandiri Cabang Kediri.

Di PG Pesantren Baru, tim juri meninjau sejumlah fasilitas olahraga yang disediakan untuk karyawan. Di antaranya lapangan bulutangkis dan futsal. Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) PG Pesantren Baru M. Jazuli mengatakan, setiap Jumat pagi digelar olahraga bersama. Yakni mulai pukul 06.00-07.00. Dengan mendatangkan instruktur, mereka mengawali aktivitas dengan senam.

Olahraga tersebut tidak hanya dilakukan pegawai di pabrik yang berlokasi di Kelurahan Pesantren, Kota Kediri. Pegawai yang bekerja di pabrik Jengkol, Kecamatan Plosokolaten, Kabupaten Kediri juga ikut. ”Karena kami punya dua pabrik. Terkadang, pegawai yang di sini sekali-kali ke Jengkol,” terang Jazuli.

Setelah senam bersama, perusahaan membebaskan pegawainya untuk berolahraga sesuai dengan kegemarannya. Salah satunya yang paling murah adalah jalan sehat. Bisa pula bulutangkis dan futsal di lapangan yang tersedia. “Ada juga yang bermain voli,” ucapnya.

Jazuli menyebut, jumlah pegawai PG Pesantren Baru 1.044 orang. Sebanyak 95 persen di antaranya adalah laki-laki. Sebagian besar mereka perokok. Perusahaan tidak bisa melarang mereka berhenti merokok.

Untuk itulah, disediakan smoking area di sekitar ruangan. Di tempat tersebut, mereka bisa menyempatkan waktu untuk merokok tanpa menggagu pegawai lain. Penyediaan tempat merokok juga diperuntukkan para tamu. “Beberapa tamu juga perokok. Makanya kami siapkan smoking area,” ujarnya.

Di bagian tertentu seperti di area pengemasan dan gula retail, perusahaan menyediakan wastafel. Cuma, meski ada waktu istirahat mulai pukul 12.00, PG Pesantren Baru belum memiliki kantin kantor. Untuk makan siang, karyawan biasa membeli di luar. Hanya, sewaktu-waktu mereka bisa membuat kopi di dapur. “Kalau air putih selalu tersedia setiap saat. “Ada pula tambahan ekstra puding untuk beberapa bagian,” ungkap Jazuli.

Bukan hanya kesehatan karyawan yang diperhatikan. PG Pesantren juga peduli terhadap kesehatan masyarakat di sekitar perusahaan. Di antaranya Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri dan Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren. Mereka memfasilitasi warga sekitar untuk mendapat pengobatan gratis di poliklinik perusahaan. Terutama bagi keluarga yang belum ter-cover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sementara itu, Perum Jamkrindo dan Bank Mandiri juga tidak kalah inovatif. Di Jamkrindo, perusahaan memotivasi para pegawai untuk mengikuti lomba-lomba olahraga. Sedangkan di Bank Mandiri ada tradisi tukar buah-buahan antarkaryawan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia