Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Olah Limbah Jerami Jadi Pupuk Organik

Memenuhi Unsur Hara Tanah dengan Hemat

10 Oktober 2019, 16: 01: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Olah Limbah Jerami Jadi Pupuk Organik

Share this          

Kebutuhan akan pupuk untuk pertanian memang tidak dapat digantikan. Membuat petani harus menyiapkan biaya tersendiri untuk memenuhinya. Saat harga semakin tinggi, maka keuntungan akan berkurang. Maka pupuk organik jadi pilihan.

Kebutuhan yang pasti ini bisa kita minimalkan dengan pemberian pupuk – pupuk organik yang menunjang pertumbuhan tanaman. Apabila petani membudidayakan padi di lahannya, kita bisa menggunakan sisa hasil budidaya untuk menghasilkan unsur hara.

Sisa budidaya tanaman padi yang masih bisa digunakan adalah jerami. Berdasarkan hasil penelitian, jerami ini mempunyai kandungan C-organik (46,13 %), N-Total (0,52 %), selulosa (32 %), dan lignin (13,3%)

“Pembuatan pupuk bokashi berbahan jerami dan sekam padi dengan menggunakan teknologi effective microorganisme 4,” terang Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Anang Widodo. Teknologi ini merupakan teknologi budidaya pertanian. Untuk meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah serta tanaman dengan menggunakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

EM4 mengandung lactobacillus, ragi, bakteri fotosintetik, actinomycetes dan jamur pengurai selulosa, yang berguna untuk memfermentasikan bahan organik tanah menjadi senyawa organik yang mudah diserap oleh akar tanaman.

Proses pembuatan pupuk bokashi adalah dengan melarut EM4 dan gula ke dalam air, jerami dipotong-potong sepanjang 5-10 cm, jerami dan sekam serta dedak dicampur merata.

Selanjutnya larutan EM4 disiram secara perlahan-lahan ke tumpukan bahan organik secara merata sampai kandungan air pada tumpukan mencapai 30%. Bila bahan baku organik dikepal dengan tangan, air tidak keluar dan bila kepalan dilepas maka bahan tersebut akan megar.

Kemudian bahan yang telah diaduk tersebut diletakkan pada tempat yang kering serta terlindung dari sinar matahari dan hujan atau fermentasi. “Setelah itu, bahan organik ditutup dengan goni atau plastik selama 3-4 hari,” terang alumnus IPB Bogor ini. Gundukan itu kemudian dipertahankan suhunya 40-50°C. Jika suhu lebih dari 50°C, penutup dibuka dan gundukan bahan dibalik-balik lalu ditutup kembali. Pengecekan suhu dilakukan setiap minggu dan pupuk bokashi siap digunakan sebagai pupuk organik.

Proses pembuatan bokashi jerami sangat cepat, mudah dan murah harganya. Sehingga dapat diaplikasikan oleh kelompok tani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk digunakan di dalam usaha taninya. “Penggunaan pupuk organik dapat dipastikan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimiawi,” jelasnya. Selain lebih hemat, hasil produksi berasnya nanti akan menghasilkan beras dengan kualitas gizi yang lebih baik pula.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia