Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Menteri Pertanian Andi Amran Ajak Pemuda Kediri Turun ke Sawah

Bisa Tanam Padi lewat Drone

10 Oktober 2019, 15: 28: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

menteri pertanian amran

MODERN: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencoba mengoperasikan traktor rawa yang diperbantukan untuk petani Kediri di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan kemarin (9/10). (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong para petani di Kabupaten Kediri untuk mulai beralih ke pertanian modern. Yakni, dengan memanfaatkan teknologi. Sebab, dengan itulah pertanian bisa berkembang di masa depan. Dan, untuk itu dibutuhkan anak-anak muda yang akrab dengan teknologi.

Hal itu disampaikannya kala hadir dalam Demontrasi Teknologi Mekanisasi 4.0 di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, kemarin (Rabu, 9/10). “Ini sangat menarik. Pemuda-pemuda di Kabupaten Kediri hendaknya bisa turun ke sawah untuk bertani,” ujarnya.

Amran mengatakan, saat ini merupakan era digital. Hampir setiap orang memanfaatkan teknologi yang canggih. Maka dari itu, penguasaan teknologi pertanian sangat penting. Terutama dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

robot tanam padi

SADAR TEKNOLOGI: Mentan Andi Amran saat menjelaskan tentang robot tanam padi. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Hal itu, lanjut dia, menjadi bagian dari tantangan revolusi industri 4.0. Di bidang pertanian, Indonesia harus berani mengalihkan pola tradisional ke modern. Yaitu, dengan melakukan mekanisasi. Cuma, ini harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM)-nya.

Di situlah peran pemuda yang tidak ‘gaptek’ sangat dibutuhkan. Mereka harus mau kembali terjun ke sawah. “Dari mekanisasi yang modern ini kita bisa memangkas waktu sampai 30 persen,” terang Amran yang segera mengakhiri masa jabatannya sebagai menteri tersebut.

Dia mencontohkan, Kementan melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan produk teknologi inovatif mekanisasi 4.0. Yakni, berupa drone penebar benih padi. “Drone ini mampu menebar benih hingga satu hektare lahan dalam waktu 1 jam dengan kapasitas 50-60 kilogram per hektare,” ungkapnya.

Drone penebar benih itu, lanjut dia, mampu bekerja mandiri sesuai pola dan alur yang dibuat pada perangkat Android dengan panduan GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation untuk melanjutkan operation yang tertunda. Sehingga, tidak terjadi overlap karena dilakukan secara otomatis.

“Sepuluh tahun ke depan, teknologi ini akan memudahkan petani. Mereka bisa menanam padi sambil duduk di bawah pohon,” imbuh menteri kelahiran Bone, Sulawesi Selatan yang kemarin membagikan dua traktor pada petani Kabupaten Kediri tersebut. Dia juga sempat mencoba traktor rawa itu.

Sementara, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Balitbangtan Andi Nur Alam menjelaskan, secara spesifik ketahanan baterai drone yang diciptakan mampu beroperasi selama 20 menit. Kapasitas angkutnya 6 kilogram hingga 15 kilogram benih padi. “Drone ini memberikan efisiensi biaya sekitar 75 persen dan efisiensi waktu 75 persen dibanding alat mesin tanam benih langsung,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, pemerintah berhasil mengembangkan drone penebar pupuk pril dan drone sprayer untuk aplikasi pestisida. Kedua alat ini memberikan efisiensi 75 persen dibanding alat biasa.

Ada pula robot tanam padi yang bisa difungsikan untuk menanam dengan komunikasi internet of things (IoT) melalui sarana GPS. “Di samping itu, kami memiliki autonomous tractor roda empat tanpa awak yang juga dikendalikan oleh sistem navigasi berbasis IoT. Ada juga traktor perahu sebagai alat pengolah tanah dengan konsep traktor roda dua,” papar Nur Alam.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri merupakan wilayah pertanian. Sebagian besar warganya menggantungkan hidup di sektor tersebut.

Karena itu, pembangunannya harus selalu berbasis pertanian. “Ini bahkan sudah menjadi visi pembangunan Kabupaten Kediri,” ungkap bupati perempuan pertama di Kabupaten Kediri ini.

Visi dimaksud adalah ‘Terwujudnya Ketahanan Pangan bagi Masyarakat Kabupaten Kediri yang Religius, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Kreatif, dan Berkeadilan, yang didukung oleh Aparatur Pemerintah yang Profesional.’ Ini menjadi visinya sebagai bupati pada periode kedua 2016-2021.

Untuk itu pula, Haryanti mengamini pernyataan Mentan Amran. Bahwa ke depan, pertanian harus berbasis teknologi agar bisa maju. Selain bisa jauh lebih efisien, teknologi juga bisa mengatasi persoalan lahan yang akan semakin berkurang. “Lahan pertanian yang cenderung berkurang setiap tahun karena pertumbuhan penduduk bisa ‘dikonversi’ oleh kecanggihan teknologi pertanian seperti ini,” tandasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia