Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Warga Loceret Keluhkan Tagihan Listrik yang Tak Wajar

Hendak Konfirmasi, Wartawan Diusir

10 Oktober 2019, 13: 55: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

PLN

TAK WAJAR: Tantowi Efendi, 56, menunjukkan rincian tagihan listrik yang diterimanya. Usahanya meminta penjelasan dari PLN kemarin sore, kembali gagal. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Keinginan Tantowi Efendi, 56, warga Desa Tempel Wetan, Loceret, mempertanyakan rincian biaya listrik di PLN Nganjuk kembali gagal. Saat mendatangi kantor PLN Nganjuk di Jl Dr Soetomo, dia hanya diminta menunggu. Padahal, sudah sepuluh hari listrik di rumahnya tidak menyala karena diputus paksa.

Ditemui sejumlah wartawan Tantowi mengungkapkan, listrik token di rumahnya mengalami gangguan dan rusak. “Bulan April saya sudah melapor ke PLN,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengecekan, petugas yang memeriksa listrik di rumahnya. Selanjutnya daya di rumahnya dilos. Kondisi tersebut berlangsung selama tiga bulan.

Dalam beberapa bulan tersebut, pria yang bekerja serabutan ini selalu komplain. Dia mengaku takut karena meterannya kerap mengeluarkan suara ketokan. “Cletek, cletek. Saya awam listrik, takut ini bisa terbakar,” lanjutnya.

Meski sudah melapor, meterannya tak kunjung diganti. Petugas beralasan meterannya sudah habis. Karenanya, diambil opsi dengan dilos dayanya. “Karena ini token, saya bayar pakai pulsa,” terangnya.

Yang membuat Tantowi bingung, tiba-tiba listriknya dimatikan. Saat itu dia disodori kertas tagihan listrik yang bertuliskan biaya perbaikan Rp 585 ribu. Kemudian, biaya PPJ Rp 58,5 ribu dan biaya material Rp 3 ribu. Totalnya sebanyak Rp 646 ribu. “Katanya tagihan ini selama listrik saya dilos,”  tuturnya.

Merasa keberatan, Tantowi berkali-kali mendatangi PLN untuk menanyakan rinciannya. Tetapi, jawabannya selalu sama. Yaitu, menunggu pimpinan dan mencari berkas. “Selama listrik dimatikan saya harus mengungsi,” keluhnya.

Sementara itu, saat sejumlah wartawan hendak mengonfirmasi kasus yang menimpa Tantowi ini, justru mendapat penolakan dari pihak keamanan PLN. Salah satu security mengusir awak media yang ingin melihat proses pelayanan di PLN Nganjuk. “Kalau mau (liputan, Red) di luar saja,” tegasnya sembari mengatakan dirinya bertanggung jawab atas barang-barang di PLN.

Terpisah, Manajer Unit Nganjuk Wicaksono mengatakan, dirinya belum mempelajari kasus Tantowi secara detail. “Sementara blokirnya kami buka agar pelanggan bisa segera memanfaatkan listrinya,” ungkapnya.

Adapun untuk biaya penagihan, akan ditinjau ulang. “Saya belum mempelajari secara detail,” lanjutnya sembari meminta maaf atas perlakuan petugas PLN.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia