Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik Kediri 1 vs 2 Sulut United

Persik Kediri Dipermalukan Sulut United di Kandang Sendiri

09 Oktober 2019, 15: 21: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

persik vs sulut

KALAH: Krisna Bayu Otto saat melawan Sulut United. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri gagal menuntaskan laga pamungkas Grup Timur Liga 2 Indonesia dengan kemenangan. Bermain di hadapan sekitar 6.000 Persikmania di Stadion Brawijaya kemarin, Faris Aditama dkk justru dipermalukan tamunya Sulut United 1-2.

Untungnya kekalahan tersebut tidak menggeser posisi Macan Putih dari puncak klasemen. Sebab di pertandingan lain, pesaing terdekat mereka, Mitra Kukar tunduk 0-3 dari Persatu Tuban. Dengan hasil tersebut, Persik tetap menjadi juara grup. Mereka unggul tiga poin dari Naga Mekes –julukan Mitra Kukar- yang berada di posisi kedua.

Di pertandingan kemarin, di luar dugaan, tim asal Manado itu bermain sangat bagus. Persik yang kehilangan sejumlah pemain pilarnya sempat kewalahan meladeni permainan Sulut United. “Kami akui Sulut bermain lebih bagus sore ini,” aku pelatih Budiardjo Thalib.

Tim tamu membuka keunggulan di menit ke-19. Berawal dari bola liar yang memantul tiang, striker Busari dengan mudah menceploskan bola ke gawang Persik. Pemain nomor punggung 17 ini memanfaatkan posisi kiper Syaiful Amar yang sudah terjatuh.

Menjelang satu menit bubaran babak pertama, Bayu Otto berhasil menyamakan kedudukan. Proses gol tersebut hampir sama dengan terjadinya gol Sulut United. Yakni berasal dari bola muntah. Bedanya, gol Bayu bermula dari tendangan bebas yang dilepaskan Wimba Sutan.

Setelah turun minum, Sulut United semakin termotivasi. Mereka unggul kembali di menit ke-52. Lagi-lagi Busari yang memanfaatkan kesalahan penjaga gawang. Setelah gagal mengantisipasi bola tendangan bebas dia hanya cukup melambungkan bola ke gawang yang kosong.

Budi mengaku, hasil tersebut jelas mengecewakan. Namun, dalam sepak bola, ada menang, seri, dan kalah. Tidak harus Persik selalu menang di setiap pertandingan. “Saya pikir, hari ini (kemarin, Red) kami kurang beruntung saja,” dalihnya.

Sebenarnya, setelah tertinggal, kata Budi, timnya terus menyerang. Namun beberapa serangan bisa digagalkan pertahanan maupun kiper Sulut. Apalagi di 10 menit terakhir, pemain Sulut sering mengulur-ulur pertandingan. “Makanya saya tadi sempat protes ke wasit cadangan,” aku pria asal Makassar ini.

Sementara itu, pelatih Sulut United Ricky Nelson mengapresiasi kerja keras pemainnya. Dia mengakui Persik adalah tim yang sulit dikalahkan di kandangnya. Namun berkat kedisiplinan pemain, mereka berhasil mempertahankan keunggulan sampai peluit panjang dibunyikan. “Pemain kami sangat disiplin,” kata pria yang pernah menukangi Borneo FC ini.

Dalam taktiknya, dia memaksa Persik bermain lebih ke tengah. Pasalnya, selama ini Ricky menilai mereka lebih mengandalkan serangan dari pinggir. “Mereka punya crossing yang baik. Faris Aditama berhasil kami matikan,” ucapnya.

Setelah kemenangan tersebut, Ricky mengaku lega. Pasalnya, mereka mulai menjauh dari jurang degradasi. Bahkan, bisa saja Sulut United lolos ke 8 besar. Hanya saja, Rikcy tidak memasang target muluk-muluk. “Target kami hanya bertahan di Liga 2,” pungkasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia