Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Masih Dalami Video Penganiayaan yang Viral

Penyidik Belum Tetapkan Tersangka Pembacokan

09 Oktober 2019, 15: 17: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Jaga

DIJAGA KETAT: Puluhan mobil patroli dari kepolisian sektor (polsek) jajaran berjaga di Mapolsek Kertosono Minggu malam. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Polres Nganjuk berupaya mengusut kasus pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi Minggu (6/10) malam lalu. Di antaranya, dengan mendalami video penganiayaan yang viral dan jadi pemicu aksi berdarah di Kertosono itu.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa terduga pelaku penganiayaan yang terekam di video. “Langsung kami mintai keterangan sesuai rekaman di video yang beredar di media sosial,” ujar pria yang akrab disapa Niko itu.

Untuk diketahui, sebelum peristiwa pengeroyokan sekitar pukul 23.00, Minggu malam lalu, sempat terjadi penganiayaan yang dialami oleh Veliyono, 23, asal Desa Mangunan, Kabuh, Jombang. Video singkat berdurasi enam detik terkait peristiwa itu viral di media sosial.

Hal tersebut menjadi pemicu aksi lebih besar pada malam harinya. Teman Veli yang tidak terima dengan kejadian tersebut diduga melakukan balas dendam. Akibatnya, dua pemuda mengalami luka bacok dan dua lainnya luka memar setelah dipukuli.

Merespons video tersebut, polisi langsung memeriksa remaja yang diduga ada di video viral tersebut. “Namun yang bersangkutan mengaku kalau tidak melakukan aksi pengeroyokan tersebut,” lanjut perwira yang sebelumnya bertugas di Polda Jatim itu.

Tak hanya memeriksa terduga pelaku, polisi juga telah memeriksa saksi korban. Hasilnya, setelah dikroscek ternyata remaja terduga penyerang tersebut bukan bagian dari kelompok tak dikenal di video.

Karenanya, pemuda yang sempat dimintai keterangan itu langsung dipulangkan kepada keluarganya. “Kami pulangkan lagi. Karena memang untuk sementara baru kami periksa sebagai saksi saja,” tandas perwira dengan pangkat dua balok di pundak tersebut.

Sementara itu, tak hanya mengusut kasus penganiayaan yang jadi pemicu pengeroyokan, polisi juga mendalami kasus pembacokan. Ditanya progresnya, Niko menjelaskan, polisi sudah meminta keterangan beberapa teman korban pembacokan.

Niko menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk mengusut kasus yang menggemparkan warga Kertosono itu. “Kami akan mengintensifkan penyelidikan di lapangan,” urainya.

Seperti diberitakan, pengeroyokan berdarah di Kertosono pada Minggu (6/10) malam menimbulkan empat korban. Yaitu, Geischa, 18, asal Desa Kedungmlaten, Lengkong, dan Ariyo, 18, asal Desa Pandantoyo, Kertosono yang mengalami luka bacok.

Kemudian, Dayat, 18, asal Desa Ngepung, Patianrowo, serta Rokim, 15, tetangga Geischa, mengalami luka memar setelah dipukuli sekelompok pemuda yang tak dikenalnya. Dalam pemeriksaan di RSUD Kertosono, Geischa menderita tiga luka sayatan menyerupai huruf T di pundak kanannya. Panjangnya sekitar 10 sentimeter dan 15 sentimeter. Tak hanya pundak, punggung tangan kanan Geischa yang digunakan untuk melindungi kepala juga tak luput dari sabetan senjata tajam (sajam).

Adapun Ariyo mengalami luka bacok di punggung tangannya. Paling parah di ruas pangkal ibu jarinya. Sabetan sajam yang diduga pedang itu meninggalkan luka sedalam satu sentimeter.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia