Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

BPOPP Tidak Dicairkan Sekaligus

09 Oktober 2019, 15: 07: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

BPOPP

PULANG SEKOLAH: Puluhan siswa keluar dari gerbang SMK PGRI 1 Nganjuk. BPOPP sekolah mereka belum cair hingga Oktober ini. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BPOPP) SMA/SMK swasta akan dibayarkan secara bertahap. Setelah pembayaran triwulan ketiga selesai, Disdik Provinsi Jatim baru akan memulai proses pencairan untuk triwulan keempat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Nganjuk Edy Sukarno mengungkapkan, saat ini Pemprov Jatim tengah menyelesaikan pembayaran pada triwulan ketiga. “Ditransfernya tidak dijadikan satu antara triwulan tiga dan empat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lebih jauh Edy mengatakan, pembayaran BPOPP dilakukan tiap triwulan. Karenanya, meski Oktober ini masuk triwulan keempat, SMA/SMK swasta tidak otomatis menerima rapelan dana untuk enam bulan. Melainkan, tetap secara bertahap.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembayaran untuk triwulan ketiga mulai dicairkan. Hanya saja, pencairan dana operasional sekolah itu tidak bisa dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota. Melainkan dilakukan secara bergiliran.

Menurut Edy, SMA/SMK swasta di daerah yang masuk urutan awal sudah mendapatkan jatah anggaran tersebut. Dana sudan ditransfer oleh daerah ke rekening sekolah yang bersangkutan. “Sudah mulai (dicairkan, Red) sesuai urutan per kabupaten/kota. Seingat saya Ngawi juga sudah diberikan (BPOPP, Red),” paparnya sembari menyebut Kabupaten Nganjuk tinggal menunggu gilirannya.

Sementara itu, SMA/SMK swasta yang tak kunjung mendapatkan bantuan operasional tersebut terpaksa tetap memungut SPP. Praktis, para siswa pun tetap membayarkannya secara utuh. Tanpa dipotong dengan bantuan operasional tersebut. “Kalau swasta memang masih full memanfaatkan uang dari SPP. Partisipasi masyarakatnya kan murni,” aku Edy.

Setelah dana bantuan operasional cair, otomatis akan dapat mengurangi SPP yang harus dibayarkan oleh siswa. Edy berharap bantuan dari pemprov itu bisa mengurangi beban orang tua murid.

Ia pun mengimbau kepada pihak sekolah agar tidak lantas menaikkan SPP setelah ada BPOPP tersebut. “Jangan nanti setelah ada bantuan, SPP yang harus dibayarkan tetap saja sama saja sebelumnya. Dengan adanya BPOPP harus dapat mengurangi beban orang tua,” tegasnya.

Untuk diketahui, anggaran BPOPP untuk lembaga swasta di Nganjuk sebesar Rp 11,7 miliar. Sedangkan anggaran BPOPP untuk lembaga negeri mencapai Rp 12 miliar.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia