Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kekeringan Meluas ke Ngetos

Tim Temukan 6 Sumur di Desa Sumberagung

09 Oktober 2019, 14: 53: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Embung

MENYUSUT: Debit air di embung Oro-Oro Ombo turun drastis. BPBD Nganjuk masih akan melakukan asesmen untuk menentukan apakah kekeringan di sana masuk kategori darurat atau tidak. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kekeringan di Kota Angin terus meluas. Senin (7/10) lalu, Desa Oro-Oro Ombo, Ngetos mengajukan permintaan air bersih. Sebab, sumur sebagian warga di sana mulai mengering.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Nganjuk Nugroho mengatakan, usai menerima surat pengajuan bantuan air bersih, pihaknya akan melakukan asesmen di lokasi. “Hasil asesmen nanti akan jadi patokan untuk menetapkan keadaan darurat (kekeringan, Red) atau tidak,” ujarnya.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, warga di Desa Oro-Oro Ombo mulai kesulitan air bersih sejak Agustus lalu. Tidak hanya sumur mereka yang mengering. Melainkan embung Oro-Oro Ombo debitnya juga turun drastis. Sehingga, tidak bisa digunakan untuk irigasi lahan pertanian.

Kepala Dusun Oro-Oro Ombo Suprapto menuturkan, total ada 150 KK warga di dusunnya yang kesulitan air bersih. “Mereka tersebar di beberapa RT,” ujar Suprapto sembari berharap warganya bisa segera mendapat dropping air bersih.

Lebih jauh Suprapto menjelaskan, sebenarnya sudah ada jaringan PDAM yang masuk ke sana. Tetapi, air juga tidak bisa mengalir dengan lancar di musim kemarau ini.

Agar tetap bisa minum, warga harus bergiliran mengambil air. Yaitu tiap tiga jam sekali. Di tiap titik hanya bisa memenuhi kebutuhan air bersih empat kepala keluarga (KK) saja. “Airnya memang sulit,” lanjut Suprapto. 

Sementara itu, jika kasus kekeringan di Desa Oro-Oro Ombo masih harus menunggu hasil asesmen, BPBD memastikan kekeringan di Desa Sumberagung, Gondang tidak masuk kategori darurat. Hal itu diputuskan dalam rapat yang berlangsung Senin (7/10) lalu.

Terkait hal ini Nugroho menuturkan, tim BPBD sudah turun ke lapangan. Hasilnya, ada enam titik sumur yang masih bisa dimanfaatkan oleh warga. Keberadaan sumber air itulah yang jadi pertimbangan BPBD untuk tak menetapkan Desa Sumberagung dalam daerah darurat bencana kekeringan.  “Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada kepala desa dan camat Gondang,” papar Nugroho.

Meski tidak masuk daerah darurat bencana kekeringan, BPBD tetap membantu warga di sana. Yaitu, dengan mengirim enam unit tandon ke sana. Dengan cara tersebut, diharapkan warga bisa lebih mudah saat mengambil air. “Desa juga memiliki perlengkapan seperti mesin pompa air,” terang Nugroho.

Selebihnya, pihak desa juga akan menyediakan selang untuk menyedot air dari sumber dan dimasukkan ke dalam tandon. “Enam tandon ini bisa mempermudah warga,” tandasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia