Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejahatan Seksual di Kandat: Tak Cuma Anak, Ibu Juga Disetubuhi

08 Oktober 2019, 18: 08: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

persetubuhan

DI SINI: Warga menunjukkan lahan perkebunan kakao yang jadi lokasi kasus persetubuhan anak di bawah umur. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KANDAT, JP Radar Kediri – Kejahatan seksual yang dilakukan RP, 35, tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur, sungguh keterlaluan. Laki-laki asal sebuah desa di Kecamatan Kandat ini tak hanya menyetubuhi Bunga (nama samaran),15, tetangganya, hingga hamil.

          Namun, belakangan terkuak dia ditengarai juga melakukan hal serupa pada AS, 29, ibu Bunga. Peristiwa tak senonoh tersebut, menurut AS, terjadi ketika dirinya masih belum menikah. Bahkan, usianya lebih muda dari putrinya kini. Setelah menikah dengan M, 34, di usia 13 tahun, AS melahirkan Bunga ketika usianya masih 14 tahun.

          “Dulu saya juga pernah disetubuhi oleh dia (tersangka RP), sekarang anak saya,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Di desanya, RP dikenal tak memiliki pekerjaan tetap. Sejak menikah dan dikaruniai satu anak, dia dikabarkan hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan istrinya yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan. Selama istrinya bekerja di luar negeri (LN), anaknya diasuh oleh sang nenek.

Diduga karena tinggal seorang diri, RP lantas melampiaskan nafsu biologisnya pada tetangganya. Perbuatan tak senonoh RP terhadap anak dan dirinya inilah yang membuat AS sakit hati. Karena itu, setelah tersangka kejahatan seksual ini diamankan dan kini ditahan polisi, dia menuntut keadilan.

AS berharap, petugas kepolisian memberikan hukuman yang setimpal. Apalagi, setelah melakukan perbuatan tersebut, RP malah melarikan diri. “Yang membuat saya kecewa, dia (tersangka RP) sempat kabur dan tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

AS mengaku, merasa sangat terpukul dengan kasus persetubuhan ini. Apalagi, yang menimpa putri pertamanya tersebut sudah terjadi beberapa kali. Itu dilakukan tersangka sejak Maret 2019. “Ketika saya tanya, sudah 19 kali anak saya disetubuhi,” ujarnya kepada koran ini.

Akibat perbuatan yang menimpa dirinya, menurut AS, Bunga sempat trauma. Karenanya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikannya di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). “Ketika saya tanya mengapa? Jawabnya karena sudah malas sekolah,” terang ibu dua anak ini.

Terpisah, Polsek Kandat telah melimpahkan tersangka ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Kediri. Sebelumnya, RP sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) selama dua minggu. “Kami sudah lakukan olah TKP di dua lokasi yang diduga pelaku menyetubuhi korbannya. Yaknidi perkebunan kakao dan perkebunan tebu,” terang Kapolsek Kandat Iptu Hariyanto.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia