Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Malam Ini, Pimpinan Definitif DPRD Kabupaten Kediri Dilantik

08 Oktober 2019, 17: 38: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Dewan Kabupaten Kediri

Dewan Kabupaten Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Status pimpinan sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri akan berakhir. Setelah sempat tertunda beberapa waktu lalu, empat pimpinan dewan periode 2019-2020 rencanannya dilantik menjadi definitif, malam ini (8/10).

Keempat pimpinan legislatif itu adalah Dodi Purwanto sebagai ketua DPRD yang baru. Lalu, Sentot Djamaludin, Sigit Sosiawan, dan Muhaimin sebagai wakil ketua. Mereka telah mendapat rekomendasi dari surat keputusan yang diturunkan gubernur pada Selasa (24/9) silam.

“Betul, rencana besok malam (nanti malam, red),” kata Dodi yang juga sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri ini, kemarin. Dia membenarkan bahwa pelantikan pimpinan definitif dijadwalkan malam ini.

Rencanannya, Selasa malam (8/10) sekitar pukul 19.00 WIB, rapat paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah janji itu digelar di Ruang Graha Sabha Canda Bhirawa. Pelantikan definitif di jajaran DPRD kabupaten ini memang cukup lama. Terpaut lebih dari satu bulan yang lalu dengan pelantikan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kediri.

Beberapa tugas yang telah dilakukan pimpinan sementara di antaranya adalah pembentukan pimpinan dewan ini dan pembentukan fraksi-fraksi di jajaran DPRD. “Setelah ini, kami akan membentuk alat kelengkapan,” imbuh Dodi.

Alat kelengkapan yang akan dibentuk seperti komisi-komisi, badan anggaran (banggar), badan musyawarah (bamus), badan kehormatan (BK), serta badan pembuat peraturan daerah (bapemperda). Termasuk alat kelengkapan dewan lain yang diperlukan.

Lebih lanjut, Dodi menegaskan, kebersamaan dalam rumah tangga DPRD memang harus terbina dengan baik dalam satu periode yakni lima tahun ke depan. Termasuk penyusunan tatib yang akan menjadi acuan dalam lima tahun ke depan.

“Oleh karena itu perlu adanya harmonisasi di lembaga DPRD Kabupaten Kediri,” harapnya.

Untuk penyusunan tatib sendiri, beberapa waktu lalu sempat menuai perdebatan. Setidaknya dua fraksi sempat walkout dalam pembahasan tatib tersebut. Namun, Dodi menyebut, hal itu masih perlu pendalaman dan kehati-hatian untuk merumuskan setiap pasal dalam tatib yang dibuat.

Terkait hasil pembahasan tatib itu, Dodi mengatakan, sebenarnya tidak ada permasalahan. Hanya saja, yang ia tegaskan adalah perlu adanya pembahasan lebih lanjut terkait hal tersebut.

Untuk diketahui, dalam rumah tangga DPRD Kabupaten Kediri, sebelumnya telah terbentuk tujuh fraksi. Yakni PDIP, PKB, Partai Golkar, PAN, dan Gerindra sebagai partai mandiri dengan perolehan di atas lima kursi.

Sementara empat partai lain, masing-masing berkoalisi dengan jumlah dua fraksi. Yakni Partai Demokrat dengan PPP yang menamakan fraksinya sebagai Fraksi Bojo atau Biru karo Ijo. Dan Partai Nasdem dengan PKS.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia