Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Banyak Genangan, Pemkab Rencanakan Revitalisasi Pasar Gurah

08 Oktober 2019, 17: 25: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar gurah

USANG: Kadisdag Tutik Purwaningsih berbincang dengan pedagang di Pasar Gurah. Pasar tersebut rencananya akan direvitalisasi. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN,  JP Radar Kediri - Kondisi sejumlah pasar tradisional yang tak layak membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri akan merevitalisasi bangunan pasar tersebut. Salah satunya adalah Pasar Gurah.

Pemkab, melalui dinas perdagangan (disdag) tengah menyusun rencana untuk merevitalisasi pasar tersebut. Menurut Plt Kepala Disdag Tutik Purwaningsih, ada banyak sisi dari bangunan pasar itu yang sudah tidak layak. Termasuk kondisi lapak pedagang yang kondisinya tak menunjang proses jual beli.

“Kondisinya cukup memprihatinkan. Dan juga sudah tidak nyaman,” kata Tutik saat melakukan tinjauan ke pasar tersebut Selasa (24/9) lalu.

Menurut Tutik, pemkab telah menyusun perencanaan. Menentukan pasar-pasar mana saja yang sudah tak layak kondisi bangunannya. “Harapannya tahun 2020 atau paling tidak pada 2021 semua pasar sudah terevitalisasi,” harapnya.

Masih menurut Tutik, revitalisasi pasar tradisional juga punya tujuan yang lebih besar lagi. Yaitu meningkatkan roda perekonomian masyarakat. Terutama pedagang menengah ke bawah agar semakin berdaya.

Terkait kondisi Pasar Gurah, Tutik menyebut yang paling parah adalah bangunan fisik yang saat ini sudah tidak layak. Baik kondisi atap, lantai, maupun saluran drainase. Apabila musim penghujan kerap terjadi genangan air. Genangan di Pasar Gurah itu bahkan bisa meluap hingga ke lantai lapak pedagang. Hal itu yang membuat kondisi pasar semakin terlihat kumuh. Serta mempengaruhi keamanan dan kenyamanan konsumen yang datang.

“Kalau di Pasar Gurah ini bangunan fisik sudah kurang layak. Termasuk saluran drainase kalau terjadi hujan langsung banjir,” paparnya.

Tak hanya itu, fasilitas umum yang lain juga perlu dibenahi. Seperti tempat pembuangan sampah sementara yang tidak memenuhi standar. Beberapa faktor itulah yang menjadikan keputusan pemkab bulat untuk merevitalisasi pasar yang terletak di Jalan Dokter Wahidin, Gurah ini.

Ia menambahkan, pemkab sejauh ini ingin mengubah cara pandang terkait pasar tradisional. Yaitu agar suasana tidak nyaman ketika berbelanja di pasar tradisional bisa hilang. Untuk mengubah citra itu harus dilakukan mulai saat ini.

Di Kabupaten Kediri sendiri, pasar yang dikelola pemerintah daerah  total ada 19 pasar. Sedangkan pada 2019 ini ada dua pasar yang sedang dalam tahap finishing untuk revitalisasi. Dua pasar tersebut adalah Pasar Bendo, Kecamatan Pare, dan Pasar Tiron, Kecamatan Banyakan. “Kemudian untuk 2020 yang sudah terencana dan saat ini telah tahap pembangunan tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) adalah Pasar Kras dan Pasar Gringging, Grogol,” paparnya.

Setelah pembangunan dua pasar tersebut dari pemaparan Tutik, ada tiga pasar tradisional yang menjadi target pemkab untuk dilakukan revitalisasi. Salah satunya adalah Pasar Gurah, kemudian Pasar Wates, dan Pasar Ngadiluwih.

“Kami berupaya agar pasar-pasar tersebut sebagai salah satu roda perekonomian di Kabupaten Kediri ini bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia