Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Bawa Sajam dan Balok Paving

08 Oktober 2019, 13: 15: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

Korban

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

Sementara itu, suasana mencekam tak hanya dirasakan oleh para korban pengeroyokan pada Minggu (6/10) malam. Warga di lingkungan Jl Surabaya-Kertosono juga tak berani keluar rumah saat sekelompok massa mengepung warung kopi di sana. Pasalnya, selain jumlahnya banyak, mereka juga membawa senjata tajam.

Menurut Sugono, 50, salah satu saksi, massa juga menggunakan balok paving untuk memukul korban. “Ini (balok paving, Red) juga dipakai untuk memukuli korban,” ujarnya sembari mengumpulkan beberapa balok paving di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat kejadian, Sugono sempat berniat untuk membunyikan kentongan. Tetapi, melihat jumlah massa dia langsung ketakutan. “Ada kalau 100-150 (unit) sepeda motor. Bisa mati konyol saya,” celetuk Sugono sembari menyebut mayoritas pemuda itu menggunakan penutup muka.

Grafis

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Tak hanya memukul menggunakan balok paving, para pelaku juga membawa senjata tajam. “Mereka modusnya habis membacok langsung kabur. Bacok pergi, bacok pergi,” imbuh pria berkumis yang tinggal persis di dekat warung kopi tempat pembacokan.

Malam itu, tutur Sugono, Geischa Mendieta, 18, salah satu korban pembacokan, hanya memesan kopi untuk dibawa pulang. Belum sempat meninggalkan lokasi ia diserang kelompok tersebut.

Bahkan, sepeda motor Honda CBR150 putih milik Geischa mengalami rusak ringan. Yakni pada panel speedometer dan spion kanan. Motor nahas itu kini diamankan di Polsek Kertosono sebagai barang bukti. Selain sepeda motor korban dan paving, sepasang sandal dengan bercak darah ditemukan di TKP.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, pengeroyokan oleh massa Minggu malam lalu merupakan buntut penganiayaan yang dialami oleh Veliyono, 23, asal Desa Mangunan, Kabuh, Jombang. “Dia dipukul oleh orang tak dikenal saat berada di pinggir Jl Gatot Subroto, Kelurahan Banaran, Kertosono, Minggu sore,” ujar sumber koran ini.

Rupanya, penganiayaan ringan yang dialami oleh Veliyono direkam oleh orang dari seberang jalan. Rekaman berdurasi enam detik itu lantas beredar di media sosial dan memicu kemarahan sesama anggota perguruan silat Veliyono.

Sekitar pukul 22.00 Minggu malam, mereka mendatangi Mapolsek Kertosono dan meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Diduga, setelah mendatangi mapolsek itulah massa berkonvoi dan mengeroyok sejumlah pemuda yang dicurigai.

Korban Pengeroyokan:

1.  Geischa Mendieta, 18, warga Desa Kedungmlaten, Lengkong.

-Mengalami luka sayatan berbentuk huruf T akibat dibacok di pundak.

-Panjang sayatan masing-masing 10 sentimeter dan 15 sentimeter

-Korban juga mengalami luka sayatan di punggung tangannya

2. Ariyo Sunandar, 18, warga Desa Pandantoyo, Kertosono

-Mengalami luka sayatan akibat dibacok di bagian tangan

-Korban sempat dipukul oleh pelaku saat berada di Taman Kertosono

3. Dayat, 18, asal Desa Ngepung, Patianrowo

-Mengalami luka memar di bagian kening dan beberapa bagian badannya akibat dipukuli

4. Rokim, 15, asal Desa Kedungmlaten, Lengkong

-Mengalami luka memar di badannya akibat dipukuli

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia