Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
PERSEDIKAB
Persedikab Kediri 10 v 1 Malang United

Hujan Gol di Stadion Canda Bhirawa, Persedikab Kukuh di Puncak

07 Oktober 2019, 15: 36: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

persedikab kediri

MENANG BESAR : Pemain Persedikab merayakan gol yang tercipta dalam pertandingan melawan Malang United di Stadion Candabhirawa kemarin. Sebelas gol tercipta dalam pertandingan itu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Hasil gemilang kembali diraih Persedikab pada lanjutan babak penyisihan Liga 3 PSSI Jatim kemarin (6/10). Tim berjuluk Bleduk Kelud ini berhasil mengalahkan tamunya Malang United dengan skor 10-1. Kemenangan ini pun memantapkan Persedikab sebagai tim yang sulit dikalahkan di grup C.

Faktor sebagai tuan rumah membuat penampilan anak asuh Muslim Habibi ini lebih percaya diri. Terbukti sejak menit awal Khanafi dkk mampu menyuguhkan permainan menyerang. Dan, tak butuh waktu lama bagi klub berjuluk Bledug Kelud ini membubuhkan angka pertama di papan skor. Tepat di menit ke-6, gol pertama tercipta dari kaki Ferry Setyo Budi.

Unggul di bawah waktu sepuluh menit itu membuat tim dengan suporter berjuluk Fire Ant Colony ini semakin mengganas. Tepat di menit 10, pemain depan Ardi Syahputra pun menambah pundi-pundi gol.

logo Persedikab Kediri

logo Persedikab Kediri

Tertinggal dua angka, Malang United bermain lebih agresif di pertengahan babak pertama. Namun, bukannya mampu memperkecil ketinggalannya, tim yang diarsiteki Rohmat Santoso ini justru menerima kerugian. Yaitu saat mereka mencoba membendung serangan Persedikab yang justru berbalik menguntungkan tuan rumah. Gelandang tim tamu Dani Fibi melakukan kesalahan di areal terlarang. Membuat wasit menunjuk titik putih tanda penalti di menit 17.

Kesempatan itu berhasil dimaksimalkan oleh kapten Persedikab Sayyid Abiyu. Dia ikut menyumbang gol bagi tuan rumah. Tiga nol untuk tuan rumah.

Semakin tertinggal membuat Malang United mencoba menembus pertahanan Persedikab. Di menit 21, upaya itu menciptakan satu kesempatan emas bagi tim tamu. Bek Persedikab Ricky Febrianto melanggar pemain depan Malang United di kotak 16 hingga penalti pun diberikan pada tim tamu. Dan kesempatan itu mampu dieksekusi dengan baik oleh Eko Candika Prasetyo.

Kesalahan yang mengakibatkan terciptanya gol bagi tim tamu itu langsung dibalas oleh Ricky. Pada menit 28, pemain bernomor punggung 2 ini berhasil mencetak gol tambahan tuan rumah. Membuat Persedikab unggul 4-1.

Tak puas dengan skor tersebut, di akhir babak pertama, Egy Wiranata ikut menyumbang satu gol tambahan. Lima gol menggenapi perolehan tim asal Kabupaten Kediri ini hingga turun minum.

Di babak kedua, permainan kedua tim tak jauh berbeda dengan babak pertama. Tuan rumah masih menguasai jalannya pertandingan. Bahkan, di babak kedua ini Bledug Kelud mampu menambah lima gol lagi. Gol-gol tersebut dicetak oleh Achmad Nur Effendy di menit 46 dan 76, Ricky Febrianto menit 47, Sayyid Abiyyu Atma menit 75, dan Hidayat gigih pada menit 88.

Pelatih Persedikab Muslim Habibi bersyukur atas kemenangan tersebut. Ia mengakui bahwa timnya bermain luar biasa. Namun hasil tersebut tak membuat mereka jemawa.

“Terimakasih pada seluruh pemain yang telah bekerja keras dalam pertandingan melawan Malang United. Ini modal kita untuk pertandingan jika lolos ke babak selanjutnya nanti,” kata Habibi ditemui usai pertandingan.

Meski menang telak dengan skor 10-1, Habibi menyebut masih ada sejumlah evaluasi untuk persiapan pertandingan selanjutnya. Habibi mengakui bahwa pemainnya kemarin bermain sangat lepas. Mereka tidak ada tekanan. Mental pemain juga dalam kondisi baik. “Intinya semua ini hasil kerja keras dalam latihan, mereka tidak ada beban dan bisa bermain rileks,” imbuhnya.

Sementara pelatih Malang United Rohmat Santoso mengungkapkan bahwa timnya masih banyak kekurangan. Apalagi Malang United baru saja mengalami perubahan manajemen. “Saya juga baru pertama kali menangani tim ini, karena baru ada perubahan manajemen,” kilahnya.

Yang menjadi catatannya adalah kondisi psikologis dan mental pemain. Karena rata-rata pemain rata-rata di bawah 20 tahun. Dia menyadari mereka masih butuh proses untuk memperbaiki tim. “Dan ini menjadi risiko kami sebagai pengelola baru,” tambahnya.

Ia masih optimistis dan semangat bisa melaju ke babak selanjutnya. Sebab saat ini Malang United sendiri berada di peringkat 3 klasemen sementara. Menanggapi permainan Persedikab Rohmat mengakui bahwa mereka tim yang bagus. “Kami akui dari tahun kemarin tim ini bagus. Dan kami hari ini memang tidak bisa apa-apa karena tim ini sudah memiliki kualitas,” pungkasnya. Dengan hasil ini Persedikab semakin mengukuhkan diri di puncak klasemen sementara grup C dengan koleksi 18 poin.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia