Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Q-Net di Kediri: Minggu Selalu Ramai Pengunjung

07 Oktober 2019, 15: 24: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

ora umum

CARI BUKTI: Tim Cobra saat menggeledah setiap sudut rumah 'Ora Umum' di Semen, Kabupaten Kediri. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Aktivitas di rumah ‘Ora Umum’ saat ini benar-benar mati. Tidak ada lagi keramaian kendaraan terparkir seperti sebelum terjadi penggerebekan di rumah pengelola bisnis Q-Net  tersebut. Empat hari setelah diubeg-ubeg Tim Cobra Polres Lumajang, kini rumah milik penghuni yang dikenal dengan nama Tobing itu sangat sepi. Bak tak berpenghuni.

Halaman depan rumah lengang. Pintu hitam dengan tinggi mencapai tiga meter tertutup rapat. Tak terlihat deretan mobil dan motor yang selama ini kerap terparkir di halaman tersebut.

Warga sekitar sangat hafal dengan kondisi rumah itu sehari-hari. Termasuk kapan rumah ‘Ora Umum’ itu sangat ramai di hari-hari tertentu. Penuh dengan lalu-lalang kunjungan orang yang rata-rata peserta bisnis multilevel marketing (MLM) tersebut.

Bisnis Q Net Kediri

Bisnis Q Net Kediri (radarkediri.id)

“Kalau tidak salah Rabu dan Minggu (selalu ramai),” kata Wirawan, lelaki asal Semen.

Hal itu, menurut Wira, dia tahu ketika saat pulang dan pergi dari tempat kerjanya. Hanya, dia mengaku hanya tahu bahwa suasana rumah mewah tersebut selalu ramai. Sedangkan apa aktivitas yang terjadi di dalam rumah tersebut dia tidak tahu.  Yang dia tahu, pada siang hari banyak yang berbondong-bondong keluar dari rumah yang beralamat di Jalan Argowilis tersebut. Mereka kemudian bersantai di warung sekitarnya. Entah untuk makan siang atau sekadar minum.

Yang menarik, Wira mengatakan Minggu (29/9) halaman depan rumah ‘ora umum’ masih relatif ramai. Banyak mobil terparkir. Pintu depan yang memisahkan halaman dan jalan raya pun terbuka.

“Mulai adanya penggerebekan kemarin, (Kamis,3/10), Red), lho, Mas, sepi terus sampai sekarang (Kemarin, Red),” imbuhnya.

Memang, Jawa Pos Radar Kediri yang mencoba mengamati kondisi rumah itu dari pagi hingga siang merasakan sepinya suasana. Halaman rumah yang biasanya ramai dengan kendaraan yang terparkir di depannya kemarin lengang. Tidak ada kendaraan satupun. Halaman itu justru digunakan oleh kendaraan yang melintas untuk berputar arah.

Wira mengaku tidak ingin ikut campur dengan urusan orang yang ada di rumah “Ora Umum” itu. Banyaknya cerita yang beredar, yang ia tahu, orang-orang yang datang dan menjadi anggota bisnis itu kebanyakan dari luar Kediri.

Wira sendiri mengaku tak mengerti cara kerja bisnis yang kini diselidik oleh polisi tersebut. Hanya, dia memang mendengar bahwa anggota bisnis tersebut harus mencari rekrutmen baru dengan membeli barang dan menjadi member tetap.

“Tapi saya gak tahu detailnya, wong gak pernah ikut juga,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga kemarin, petugas yang menangani kasus money games dengan skema piramid masih terus melakukan pengembangan. Belum ada informasi adanya tersangka baru. Termasuk bagaimana status sang pemilik rumah yang sebagian ruangnya masih disegel itu. “Masih terus kami lakukan pendalaman,” terang Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran.

Untuk diketahui, Tim Cobra Polres Lumajang melakukan penggerebekan terhadap Rumah “Ora Umum” pada Kamis (3/10) sore. Penggerebekan tersebut dilakukan oleh petugas terkait kasus dugaan penipuan money games dengan skema piramida yang terjadi di Lumajang.

Setelah menelusuri hasil permainan uang dengan skema piramida yang dilakukan oleh PT Amoeba International, Tim Cobra pun mendapatkan bukti kuat bahwa PT Amoeba berafiliasi dengan PT Q-Net. Nah, Q-Net itulah yang berkantor di rumah ‘Ora Umum’ tersebut.

Dari penggerebekan yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan sejumlah laptop, tas, data, serta dokumen tentang PT Amoeba. Polisi bisa menemukan barang bukti tersebut meskipun sempat dibuang oleh penghuni rumah. Setelah memintai keterangan para penghuni, Tim Cobra Polres Lumajang pun melakukan penyegelan terhadap kantor yang berada di dalam Rumah “Ora Umum”. Polisi mengaku menemukan sejumlah bukti yang diduga digunakan dalam bisnis skema piramida ini.(syi/fud)

Penggerebekan Rumah Bisnis Q-Net

Kamis (3/10)

14.30 WIB: Penggerebekan yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang di Rumah Ora Umum didampingi dengan Polsek Semen, dan perangkat desa, serta kecamatan

15.00 WIB: Tim Cobra Polres Lumajang menemukan beberapa tas yang berisi laptop di sekitar tumpukan bekas pembakaran di arah tenggara Rumah Ora Umum

16.00 WIB: Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pekerja yang berada di dalam rumah ora umum terkait pembuangan tas dan laptop

17.00 WIB: Petugas masuk ke dalam ruangan kerja yang diduga menyimpan berbagai dokumententang PT Amoeba International

18.00-20.30WIB: Tim Cobra masih melakukan pemeriksaan, terhadap para pekerja, dan melakukan penyegelan terhadap ruangan kantor

20.30-21.30WIB: Tim Cobra Polres Lumajang keluar dari Rumah dan membawa para pekerja untuk dimintai keterangan di Polsek Semen

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia