Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Q-Net di Kediri: Belum Ada Warga yang Melapor di Polsek Semen

07 Oktober 2019, 14: 25: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

qnet amoeba

BUKTI: Senter mini yang diamankan oleh Tim Cobra dari rumah 'Ora Umum'. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Terbongkarnya bisnis money game PT Amoeba Internasional memang di Lumajang. Namun, potensi hal itu merembet ke Kediri sangat besar. Sebab, pusat bisnis model tersebut berada di Kediri. Di rumah yang berada di wilayah Desa Semen, Kecamatan Semen. Rumah itupun sudah digeledah oleh polisi dari Polres Lumajang.

Apalagi, dari berbagai informasi yang dihimpun, aktivitas bisnis sejenis sudah berlangsung lama di rumah yang biasa disebut warga sebagai rumah ‘ora umum’ tersebut. Pihak polisi mengaku, sampai saat ini belum ada laporan dari warga Kediri yang menjadi korban bisnis bergaya multilevel marketing (MLM) tersebut. Meskipun demikian, polisi juga tetap mewaspadai kemungkinan hal itu terjadi.

“(Untuk sementara) belum ada laporan warga,” aku Kapolsek Semen AKP Karyoko saat dikonfirmasi.

Kasus QNet di Kediri

Kasus QNet di Kediri (radarkediri.id)

Saat penggeledahan yang berlangsung Kamis (3/10) mereka hanya mendampingi saja. Karena  kasus tersebut ditangani langsung oleh Polres Lumajang. Penggeledahan itupun terkait dengan kasus yang ditangani oleh Polres Lumajang.

Tim Cobra dari Polres Lumajang sendiri melakukan penggeledahan di rumah ‘ora umum’ itu terkait penyidikan money games yang dilaporkan warga Lumajang. Para pelapor itu merasa tertipu dengan bisnis PT Amoeba International yang ternyata berafiliasi dengan PT Q-Net. Penggeledahan terhadap rumah yang jadi markas Q-Net tersebut tindak lanjut dari penangkapan salah satu dewan direkti PT Amoeba Internasional di Madiun September lalu.

Di rumah ‘ora umum’ itu polisi mengamankan sejumlah laptop yang digunakan untuk menyimpan data tentang bisnis tersebut. Juga alat komunikasi yang digunakan berhubungan dengan agen. Alat komunikasi itu juga digunakan untuk proses rekrutmen anggota PT Amoeba International.

Menariknya, petugas menemukan laptop tersebut dari tumpukan abu bekas pembakaran yang ada di belakang rumah mewah itu. Barang-barang tersebut dibuang oleh beberapa pekerja dan penghuni rumah di Jalan Argowilis, Semen, itu. Mereka berdalih panik dan takut karena ada polisi yang datang.

Petugas juga mengamankan beberapa barang seperti senter dan kaca plastik. Benda-benda itu adalah benda yang harus dibeli sebelum menjadi anggota Amoeba Internasional.

Tim Cobra Polres Lumajang telah melakukan penyegelan terhadap ruang kantor PT Amoeba di rumah tersebut. Sedangkan dokumen-dokumen yang terkait dengan bisnis ini dibawa ke Lumajang.

Terkait dengan proses penyelidikan terhadap kasus PT Amoeba International itu, Tim Cobra Polres Lumajang tidak membawa para penghuni rumah yang ditemui saat penggeledahan. Meskipun demikian, hingga kemarin rumah  mewah itu dalam keadaan tertutup. Tidak ada aktivitas yang terlihat.

Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran mengaku masih terus menyelidiki kasus tersebut. Mereka tengah menelisik dan mencari bukti atas kasus money games dengan skema piramid yang dijalankan oleh PT Amoeba International itu.

Hasran menjelaskan mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh penjaga rumah “Ora Umum”. Pemeriksaan itu hanya dilakukan di  lokasi. Mereka tak dibawa ke kantor polisi. “Tidak ada yang dibawa ke Lumajang, dimintai keterangan di Semen, Kediri saja,” imbuh Hasran.

Hingga kemarin, Tim Cobra Polres Lumajang juga masih menunggu tiga nama yang diduga sebagai dewan direksi PT Amoeba untuk dimintai keterangan. Ketiganya masih mangkir dari panggilan polisi. Alasannya karena menjalani perawatan di rumah sakit di Malaysia.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia