Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Features

Para Perajin Batik Menghadapi Tantangan Pengembangan Usaha

Belum Memiliki Pakem yang Khas

07 Oktober 2019, 12: 54: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Batik

SERIUS: Ristiani, pemilik batik Bayu Mukti sedang mencanting di rumahnya Desa Kacangan, Berbek. Untuk memproduksi batik tulis dalam jumlah besar, dia mengaku terhambat jumlah tenaga kerja yang terbatas. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Pekerjaan rumah lain dalam pengembangan batik Nganjuk tidak sebatas pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Melainkan juga belum ditemukannya pakem khas Kota Angin. Yang ada baru sejumlah motif khas Nganjuk.

Bayu HYP, pemilik batik Bayu Mukti mengungkapkan, di Nganjuk ada beberapa motif khas. Mulai motif Jayastamba, bawang merah, dan beberapa motif lain kreasi dari para perajin. “Belum ada pakem khasnya di Nganjuk,” ujar Bayu.

Sejauh ini, para perajin melakukan kreasi motif sendiri. Selanjutnya ditambah dengan simbol khas Nganjuk. Yang paling dikenal adalah Jayastamba. Tugu monumental yang menggambarkan masa kejayaan Raja Mpu Sindok.

Belakangan juga ada motif baru khas Nganjuk yang mulai diminati. Yaitu motif Nyawiji. Motif yang menggambarkan tujuh orang bergandengan tangan dengan erat. 

Di sisi lain, belum adanya pakem ini diakui Bayu justru jadi angin segar. Pria yang mulai menjadi perajin batik sejak 2012 lalu itu mengaku bisa leluasa mengkreasikan idenya. Tanpa terpaku dengan pakem baku saat membuat batik khas Nganjuk.

Meski demikian, dia berharap kelak ada pakem khusus batik Nganjuk. Dengan demikian, begitu melihat kain batik asal Nganjuk, pembeli bisa mendapati ciri khusus yang tidak didapati di daerah lain.

Sementara itu, walaupun batik Nganjuk belum memiliki pakem khusus, kualitas kain batik asal Kota Angin tidak diragukan lagi. Setidaknya, Bayu Mukti sudah beberapa kali menjuarai lomba kreasi batik antardaerah. “Nganjuk memang telat geliatnya. Tapi, kalau kualitas kami berani diadu,” ungkapnya optimistis.

Lalu, motif batik apa yang sedang menjadi tren sekarang ini? Ditanya demikian, motif Jayastamba dan motif Nyawiji sekarang banyak diminati. Terutama, batik yang dipesan oleh instansi-instansi.

Selain meminta motif, para pemesan lebih menekankan pada warna atau corak dari kain batik itu sendiri. “Motifnya bisa Jayastamba atau Nyawiji. Tapi kebanyakan mintanya warna harus hitam sogan,” aku ayah dua anak tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia