Senin, 21 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Pasang Penahan, Antisipasi Jalur KA Melebar

Pemeliharaan Rutin Tak Ganggu Jadwal

07 Oktober 2019, 12: 37: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Rel

PEMELIHARAAN: Sejumlah pekerja membuat penahan di tepi rel KA Desa Sambirejo, Tanjunganom. Konstruksi ini dibuat untuk mencegah rel KA jalur ganda itu ambles. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Jalur ganda (double track) kereta api (KA) sudah beroperasi sejak Maret lalu. Tetapi, rekanan masih melakukan perbaikan hingga September ini. Di antaranya, dengan memasang penahan di dekat rel KA Desa Sambirejo, Tanjunganom.

Pantauan koran ini kemarin (29/9), ada delapan orang yang tengah mengecor penahan di pinggir rel KA dekat perlintasan Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Tanjunganom. Dikonfirmasi terkait hal ini, Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, hingga saat ini memang masih ada pengerjaan proyek jalur ganda. “Salah satunya membuat penahan tebing rel KA agar tidak ambles,” ujar Ixfan.

Rekanan, lanjut Ixfan, juga melakukan perbaikan rel, hingga pengerjaan di luar rel. Terkait teknis pengerjaan di sepanjang jalur ganda merupakan ranah Satuan Kerja KA Jawa Timur.

Terkait pengerasan tebing seperti yang terjadi di Desa Sambirejo kemarin, menurutnya bukan hal baru. Sebab, di beberapa titik sebelumnya sudah ada yang menggunakan penahan tebing.

Tujuannya, mencegah jalur baru itu melebar.Karenanya, satker memasang penahan agar di kondisi tertentu tidak terjadi sesuatu. “Kondisi jalur baru ini agak berbeda dengan yang lama.Jalur lama tidak mungkin lagi melebar,” terangnya.

Pemasangan tebing penahan serupa, tutur Ixfan, bisa jadi kelak akan dipasang di sepanjang jalur baru. Di Nganjuk, pembangunan penahan tebing ini bisa dilakukan dari Stasiun Baron sampai dengan Stasiun Wilangan. “Saya pikir penahan tebing ini memang perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Lebih jauh Ixfan menjelaskan, selama pengerjaan penahan tebing ini, tidak ada KA yang terganggu jadwal keberangkatannya. “Pekerjaan tersebut tidak mengganggu jadwal, semua masih normal ,” beber Ixfan.

Terpisah Pengawas Satker Jatim Sudarto menjelaskan, pengerjaan tepian jalur KA tersebut bagian dari pemeliharaan. “Memang ada regunya sendiri yang melakukan pemeliharaan,” urainya.      

Seperti halnya Ixfan, Sudarto menyebut, penahan tebing dibangun untuk mengantisipasi agar rel KA tak ambles. “Pemeliharaan seperti ini tidak hanya dilakukan untuk jalur ganda yang baru saja dioperasionalkan, tapi juga untuk jalur lama,” beber pria asli Kota Nganjuk ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia